Selasa, 08 September 2015

Homeschooling

⭐SharingmateriIPC/16

                             🌷🌷🌷🌷
HOMESCHOOLING / HOME EDUCATION
🌷🌷🌷🌷

Oleh: Thasya Sugito

🌿🌿Homeschooling, meski sebenarnya bukanlah hal baru, namun kini seolah-olah menjadi trend baru dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan besarnya antusiasme masyarakat untuk melakukan homeschooling.
Tapi, apa sebenarnya homeshooling / home education ini? Apa sih bedanya homeschooling dan home education? Apa yang harus dipersiapkan bila akan memilih homeschooling?

📕📕DEFINISI HOMESCHOOLING
📌Homeschooling adalah alternatif pola pendidikan.  Definisinya menjadi tak terbilang, karena setiap keluarga yang menjalankan proses homeschooling pasti memiliki definisi sendiri tergantung pada cara/metode yang mereka gunakan. Namun, definisi paling umum yang dianut sebagian besar orang adalah: “ketika sebuah keluarga menyelenggarakan sendiri pendidikan untuk anak-anaknya, dengan tidak mengirimkannya ke sekolah”.

📌Penyelenggara homeschooling adalah KELUARGA (bukan lembaga), dan basisnya adalah RUMAH.  Sebagaimana tercantum dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, yaitu: The education of children at home by their parents (Pendidikan untuk anak-anak di RUMAH oleh ORANGTUA mereka). John Holt (1977) mendefinisikan homeschooling sebagai “Proses bertumbuh dan belajarnya seorang anak, tanpa pergi ke sekolah”.
Homeschooling menjadi ‘alat’ untuk mencapai tujuan pendidikan. Rentangnya sangat luas. Dari model “unschooling” (tidak terstruktur dan sama sekali jauh dari pola sekolah), hingga model “school at home” (terstruktur dan mirip dengan pola sekolah).

📕📕HOMESCHOOLING / HOME EDUCATION
Sering terdengar istilah homeschooling, namun tidak jarang juga terdengar istilah home education. Lalu sebagian pihak ada yang mendefinisikan berbeda antara homeschooling dan home education. Benarkah dua istilah ini memiliki arti yang berbeda?
Wikipedia menyebutkan bahwa homeschooling juga dikenal dengan kata home education. Hanya saja, kata homeschooling banyak dgunakan di daerah Amerika Utara, sedangkan istilah home education populer di Britania Raya, Eropa, dan Negara-negara persemakmuran.

📌Jadi, tidak ada perbedaan definisi antara homeschooling dan home education.

📕📕MODEL  DAN METODE HOMESCHOOLING
Ada banyak sekali model dan metode homeschooling yang dapat kita adopsi bila ingin menjalankan homeschooling. Berikut diantaranya:

📌School at-home Approach,  adalah model pendidikan yang serupa dengan yang diselenggarakan di sekolah. Hanya saja, tempatnya tidak di sekolah, tetapi di rumah. Metode ini juga sering disebut textbook approach, traditional approach, atau school approach.

📌Unit studies Approach, adalah model pendidikan yang berbasis pada tema (unit study). Pendakatan ini banyak dipakai oleh orang tua homeschooling. Dalam pendekatan ini, siswa tidak belajar satu mata pelajaran tertentu (matematika, bahasa, dsb), tetapi mempelajari banyak mata pelajaran sekaligus melalui sebuah tema yang dipelajari. Metode ini berkembang atas pemikiran bahwa proses belajar seharusnya terintegrasi (integrated), bukan terpecah-pecah (segmented).

📌The Living Books Approach, adalah model pendidikan melalui pengalaman dunia nyata. Metode ini dikembangkan oleh Charlotte Mason. Pendekatannya dengan mengajarkan kebiasaan baik (good habit), keterampilan dasar (membaca, menulis, matematika), serta mengekspose anak dengan pengalaman nyata, seperti berjalan-jalan, mengunjungi museum, berbelanja ke pasar, mencari informasi di perpustakaan, menghadiri pameran, dan sebagainya.

📌The Classical Approach, adalah model pendidikan yang dikembangkan sejak abad pertengahan. Pendekatan ini menggunakan kurikulum yang distrukturkan berdasarkan tiga tahap perkembangan anak yang disebut Trivium. Penekanan metode ini adalah kemampuan ekspresi verbal dan tertulis. Pendekatannya berbasis teks/literatur (bukan gambar/image).

📌The Waldorf Approach, adalah model pendidikan yang dikembangkan oleh Rudolph Steiner, banyak ditetapkan di sekolah-sekolah alternatif Waldorf di Amerika. Karena Steiner berusaha menciptakan setting sekolah yang mirip keadaan rumah, metodenya mudah diadaptasi untuk homeschool.

📌The Montessori Approach, adalah model pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori. Pendekatan ini mendorong penyiapan lingkungan pendukung yang nyata dan alami, mengamati proses interaksi anak-anak di lingkungan, serta terus menumbuhkan lingkungan sehingga anak-anak dapat mengembangkan potensinya, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

📌The Eclectic Approach,  memberikan kesempatan pada keluarga untuk mendesain sendiri program homeschooling yang sesuai, dengan memilih atau menggabungkan dari sistem yang ada.

📌Unschooling Approach, berangkat dari keyakinan bahwa anak-anak memiliki keinginan natural untuk belajar dan jika keinginan itu difasilitasi dan dikenalkan dengan pengalaman di dunia nyata, maka mereka akan belajar lebih banyak daripada melalui metode lainnya. Unschooling tidak berangkat dari textbook, tetapi dari minat anak yang difasilitasi.

📕📕Selain itu, pertanyaan yang sering muncul adalah:
Bagaimana dengan legalitasnya?
Bagaimana dengan ijazahnya anak homeschooling?

📌Pemerintah menjamin legalitas peserta homeschooling melalui UU no.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Homeschooling termasuk dalam jalur penddikan informal, karenanya, saat akan menjalankan homeschooling, peserta dipersilahkan melapor ke dinas pendidikan luar sekolah setempat.  Untuk di Indonesia, nantinya peserta homeschooling bisa mengikuti ujian kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

🌷🌷Mudah-mudahan, dengan sedikit memahami tentang homeschooling ini, dapat memberkan alternatif bagi kita, para orangtua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri kita.  🌷🌷

Sumber:
📒 Konsep Dasar Homeschooling, KOSMIK(Komunitas Homeschooling Mitra Keluarga), 2005
📒Tamasya Belajar, Linda Dobson, 2005

📚 Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 blog:  isparenting.wordpress.com

Rabu, 02 September 2015

Curahan hati seorang ibu

Bismillaah
Ada kalanya aku berpikir.
Mau sampai kapan sih begini terus.
Rumah yg tak awet rapi
Keranjang cucian yg tak awet kosong
Lantai yg tak awet kinclong
Juga waktuku yg tak awet leluasa
Belum lagi suaraku
Entah ratusan atau ribuan kali aku mengucapkan hal yg
berulang ulang seumur hidup mrk
Apa mrk tidak dengar
Apa mrk tidak mau taat
Apa mrk tidak tau kl waktuku jadi banyak terbuang
karenanya.
Kemudian tentang ibadahku
Apakah aku tidak boleh shalat dgn tenang
Apakah aku tidak boleh mengaji dlm keheningan
Apakah aku harus membiarkan mengalah ketika Quranku
ditarik oleh tangan2 mungil itu?
Mh..
Kadang cita citaku begitu sederhana
Aku hanya ingin makan mie pedas tanpa gangguan
Ingin ngemil tanpa direcoki
Ingin tidur sebentar tanpa dipanggil2 setiap 3menit sekali
Ingin juga sesekali merasakan ada yg menyiapkan teh
manis hangat kesukaanku setelah kehausan menyusui
bayiku semalaman.
Siapa bilang aku tak mau rumah rapi.
Siapa bilang aku tak mau lantai bersih.
Siapa bilang aku tak mau semua serba tertata.
Siapa bilang aku tak mau makan nikmat.
Siapa bilang aku tak mau tidur nyenyak.
Siapa bilang aku tak mau merawat diri.
Taukah siapa penyebabnya.
Sesekali aku marah.
Iya jujur aku marah.
Marah kenapa kalian tdk mengerti keinginanku.
Apa kalian tdk tau ya aku ini manusia juga bisa lelah.
Dengan bahasa omelan mrk hanya menatap bingung apa
sih yg aku bicarakan.
Lalu aku pandangi wajah mereka satu persatu dlm
keheningan malam.
Lihatlah bunda...
Bukankah mereka itu sangat lucu.
Wajah2 polos dan letih setelah seharian berhasil membuat
emosimu naik turun.
Wajah wajah yg Allah ciptakan dengan sedemikian
sempurna.
Bukankah mereka yg sering membuatmu tertawa terbahak
krn tingkah polah tak terduga.
Di saat yg sama saat engkau baru saja selesai
membersihkan pup bayimu yg entah keberapa kali hari itu.
Bukankah mereka alasan yg membuatmu kuat berdiri
hingga sekarang.
Mereka yg memuji2mu seolah engkau ini tanpa cela.
Mereka yg memberimu senyuman dan pelukan seolah
engkau ini segalanya bagi mereka.
Yang kemudian membuatmu ingin melakukan hal2 dgn
lebih baik lagi?
Hmmm..
Baiklah.
Tidak inginkah kau memberikan yg terbaik dari dirimu.
Mereka kan tidak selamanya kecil.
Mereka pun tidak selamanya menyebalkan kan?
Akui saja.
Tanpa mereka kau ini apa.
Mau mengerjakan apapun pasti terasa hambar.
Heii..bahkan ya..
Mungkin selama ini kau yg ditemani mereka.
Mereka yg mendampingi kita belajar dan berproses menjadi
org tua dgn penuh kesabaran.
Mereka yg memberi pelajaran2 pd kita atas perintah
Rabbnya.
Mereka yg justru rela dituduh bahwa smua yg kita kerjakan
demi mereka.
Lalu setelah mereka mengalah berjam jam..berbulan
bulan..bertaun taun..apa yg mrk dapat?
Kebendaan.
Bukan hatimu.
Maka jgn heran jika kau bgitu..bersiaplah saat tua mrk
mgkn hanya memberikanmu kebendaan tapi bukan hati
mereka.
Ayolah bund.
Dewasalah.
Berubahlah selagi sempat.
Siapa yg kekanak2an.
Saat ada hal tidak sesuai keinginan maka kau menyalahkan
mrk kenapa enggan berubah.
Tapi saat kau ada sifat buruk dgn mudah kau katakan
jangan ikuti ayah bundamu.
Padahal engkau tau benar teladan mudah terserap itu
bukan melalui lisan tapi perbuatan.
Selalu ada penyesalan knp blm bisa menjadi ibu yg baik.
Ibu yg masi egois memikirkan 'me time'.
Padahal seharian mrk menanti 'us time'.
Salah satu penghalang adalah gadget.
Dgn alasan bahwa itu salah satu me time.
Padahal itulah penghancur us time.
Maka bun mulai besok buatlah jadwal kpn boleh memegang
hp.
Buatlah itu sebagai sisa2 waktumu saja.
Mgkin awal2 akan aneh.
Jauhkan sejauh2nya.
Sehingga lama2 engkau akan terbiasa tanpanya.
Dan menjadi berat saat harus memegangnya.
Libatkan mrk dengan penuh keceriaan dlm pekerjaan rumah
tanggamu.
Maka kau akan menemukan mrk dgn mudah menularkan
keceriaan masa kecil mrk kpdmu.
Seolah2 engkau mmg seharian bermain2 bersama mereka
dalam segala aktivitas sehari2mu.
Sabarlah bun.
Anak2 lucu itu kelak insyaallah menjadi penjaga2mu.
Menjadi pengingat2mu di saat mgkn engkau lupa dan lalai.
Asalkan skrg engkau rela sungguh2 merawat mrk dan
menjaga amanah2 tsb.
Siapa menanam dia akan menuai.
Dan sungguh Allah tidak akan menyia2kan sekecil apapun
perbuatan baik kita thd makhlukNya.
*Renungan ibu 5 anak di mlm hari ketika kuping menjadi
dingin dari celotehan kemudian rasa bersalah menjalar
menguasai hati.
Semoga Allah mudahkan niat2 baik. Allah gantikan semua
keburukan2 dgn kebaikan2.
Barakallaahu fiikum

#repostfromotherperson

Memahami prinsip perkembangan anak

⭐SharingmateriIPC/13

Memahami Prinsip-Prinsip Perkembangan Anak 👶🏻👦🏻👧🏻

Oleh: Thasya Sugito

🌷🌷Imam Syafi’I rahimahullah yang sangat fenomenal (hafal Al Qur’an di usia 7 tahun, hafal kitab hadits Al Muwatho’ di usia 10 tahun, dan berfatwa di usia 15 tahun). Ibundanya, Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, adalah seorang wanita luar biasa, yang mendedikasikan dirinya untuk menjadi madrasah pertama bagi anaknya.

🌷🌷Untuk menjadi madrasah pertama bagi anak, patutlah bila para Ibu tak henti belajar dan menggali sumber ilmu, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak. Selain itu, kemampuan Ibu untuk bisa menerima dengan tulus, penuh cinta dan kesediaan bersusah payah demi tumbuh kembang optimal seorang anak juga menjadi syarat mutlak.

🌷🌷Salah satu yang menjadi penting bagi para Ibu, adalah memahami perkembangan anak. Hal ini haruslah didasari dengan pemahaman atas prinsip-prinsip perkembangan. Jika tidak, maka kekhawatiran akan sering muncul karena anak ‘nampak’ belum mampu seperti anak lain seusianya.  Sebelum memahami tahap-tahap perkembangan anak sesuai usianya, maka penting bagi kita untuk memahami terlebih dahulu beberapa prinsip perkembangan anak.

🌷🌷Berikut adalah beberapa prinsip perkembangan anak yang harus dipahami dan menjadi dasar untuk mengasuh anak:
1⃣ Kematangan dan Proses Belajar Sebagai Dasar Perkembangan

✅Sebesar dan sekeras apapun usaha anda mengajari seorang bayi untuk berbicara, anda tidak akan berhasil. Begitupun bila anda ingin mengajari bayi usia 4 bulan untuk berjalan. Kenapa? Karena secara biologis, pada usia tersebut bayi belum matang untuk berbicara ataupun berjalan. Secara biologis, perubahan yang terjadi di otak dan system syaraf pusatlah yang menentukan perubahan kognitif dan fisik anak, dan akhirnya menentukan kapan anak siap melakukan keterampilan tertentu. 

✅Selanjutnya, lingkungan berperan memberikan pembelajaran, agar potensi pada diri anak tersebut optimal, dan menjadi keterampilan yang nyata.  Contohnya, anak yang kemampuan motorik halusnya sudah matang, tidak akan tiba-tiba terampil menulis bila tidak distimulus oleh lingkungannya.

✅Memahami prinsip ini, insya Allah akan menghindarkan kita dari dua sikap ekstrim yang keliru:
a. Jika sudah waktunya, anak akan bisa dengan sendirinya, dan
b. jika kita mengajarinya, apapun bisa dilakukan anak sedini mungkin.

2⃣Proses Perkembangan: Konkrit dan Sederhana Menuju Kompleksitas

✅Pemahaman anak berkembang secara bertahap. Awalnya sederhana. Ketika melihat buah jeruk dan apel misalnya, ia hanya berpikir bahwa apel itu merah, jeruk itu kuning. Berbeda dengan anak usia 3-5 tahun yang mulai melihat hubungan antara dua benda tersebut. Mereka akan berpikir: Apel dan Jeruk sama-sama buah-buahan.

✅Memahami prinsip ini, menyadarkan kita bahwa bila kita ingin menjelaskan sesuatu yang abstrak dan kompleks, maka jelaskanlah sesuai dengan pemahaman anak di usianya. Misal, ketika ingin menjelaskan tentang Allah, maka jelaskanlah sesuai dengan usia anak. Dengan begitu, tidak akan ada anggapan bahwa anak “tidak cerdas”, hanya karena jawabannya tidak sesuai dengan harapan kita.

3⃣Tumbuh Kembang: Proses yang Berkelanjutan

✅Secara bertahap, sesuai perkembangannya, anak akan menambah dan menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang sebelumnya sudah dikuasainya. Keterampilan tersebut menjadi dasar untuk perkembangannya selanjutnya. Sebagian besar anak, pola perkembangannya sama. Contoh:  Sebelum bisa menoleh, bayi bisa mengangkat kepalanya terlebih dulu. Sebelum bisa berlari, anak harus sudah lancar berjalan terlebih dulu.

✅Memahami prinsip ini, akan membuat kita lebih perhatian pada setiap tahap perkembangan anak. Karena keterampilan yang sekarang dikuasainya, akan menentukan keberhasilan penguasaan keterampilan berikutnya. Tidak ada yang tidak penting, karena semuanya adalah satu bagian terintegrasi dari proses tumbuh kembang anak.

4⃣Tumbuh Kembang: Dari Keterampilan Umum Ke Keterampilan Khusus

✅Contoh yang paling mudah adalah perkembangan motorik anak. Dari gerakan fisik yang awalnya sangat umum, tidak terarah dan refleks, menjadi lebih terarah. Dari motorik kasar saja, berkembang ke motorik halus. Dari menggenggam kemudian bisa memungut dengan jari.
✅Memahami ini, akan membuat kita lebih relaks, tidak menuntut secara berlebihan. Kita akan paham bahwa anak memang tidak bisa langsung terampil menggunakan sendok saat makan, namun bila tidak dilatih, anak tidak akan bisa mengembangkan keterampilan tersebut.

5⃣Perbedaan Individual Pada Proses Tumbuh Kembang Anak

✅Meskipun pola dan tahap perkembangannya relative sama pada semua anak, masing-masing anak memiliki jadwal sendiri dalam menguasai keterampilan tertentu. Ada anak yang sudah bisa bicara di usia 15 bulan, ada juga anak yang baru mengucapkan kata pertamanya setelah berusia dua tahun.

✅Bila memahami ini, kita tidak akan mudah membandingkan tumbuh kembang anak anda dengan anak lainnya. Perbandingan hanya akan membuat kita merasa kecewa, atau justru merasa ‘sombong’.

6⃣Anak: Partisipan Aktif dalam Proses Perkembangan dan Belajar

✅Proses belajar adalah proses penyusunan puzzle pengetahuan seorang anak yang didapatnya dari eksplorasi, interaksi dengan lingkungan, dan meniru perilaku. Anak harus memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalamannya.

✅Memahami prinsip ini, kita akan mengerti bahwa tidak semua stimulasi anak harus diprogram dan direncanakan. Anak akan belajar sendiri banyak hal dari lingkungannya. Tugas kita sebagai orang tua adalah memfasilitasi, menemani, dan mengarahkan. Dari situ, bukan hanya anak, tapi kita pun akan belajar banyak.

🌷🌷Setelah memahami prinsip-prinsip perkembangan tersebut, berikutnya adalah memahami tahap-tahap perkembangan anak dalam Islam. Dalam Islam, tahap-tahap perkembangan tersebut dibagi ke dalam fase-fase sebagai berikut:
🔹Masa Bayi (0-2 tahun)
🔹Masa Anak-Anak/ fase thufulah (2-7 tahun)
🔹Masa Tamyiz (7-10 tahun)
🔹Masa Amrad (10-15 tahun)
🔹Masa Taklif (15-18 tahun)

🌷🌷Bagi seorang muslim, maka tanggung jawab pendidikan iman adalah yang pertama dan utama. Yang dimaksud dengan pendidikan iman adalah, mengikat anak dengan dasar-dasar keimanan sejak ia mengerti, membiasakannya dengan rukun islam sejak ia memahami, dan mengajarkan kepadanya dasar-dasar syariat sejak usia tamyiz. Maka, mempelajari tahap-tahap perkembangan anak, menjadi sangat penting agar kita dapat memfasilitasinya sesuai dengan tahapan usianya.

📚Maraji’ :
Perkembangan Anak Jilid 1, Elizabeth Hurlock, 1978

Positive Parenting, Mohammad Fauzil Adhim, 2006

Mendidik Anak Menuju Taklif, Mohammad Fauzil Adhim, 1996

Pendidikan Anak Dalam Islam Jilid 1, Abdullah Nashih Ulwan, 2007

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 blog:  isparenting.wordpress.com

Kamis, 27 Agustus 2015

Mengatasi anak pemalu

🐝Apa itu rasa lapar? Saat lambung kosong, tubuh akan mengirim kabar ke otak. Reaksinya, muncul sinyal peringatan agar lambung yang kosong itu segera diisi. Bentuk sinyal peringatan itu: Kita merasa lapar. Mirip dengan soal lapar, saat diri kita merasa terganggu dan  tidak nyaman dalam situasi-kondisi lingkungan tertentu, tubuh juga mengirim sinyal peringatan. Bentuknya; muncul rasa malu.

🐝Rasa lapar, dapat diatasi dengan mengisi lambung. Begitu pula, rasa malu dapat teratasi bila tubuh sudah merasa aman dan nyaman. Namun mengatasi rasa malu ini lebih sulit ketimbang mengatasi rasa lapar. Terutama bagi anak-anak. Sebab, anak-anak yang pemalu, bukannya didukung dan dibantu mengatasi rasa malunya, malah lebih sering diledek atau dimarahi orang sekitar. Entah itu orangtua, guru, teman atau pengasuh.

🌼Anak pemalu; antara pertengahan dan sulit🌼

🐝Mira Ariyani, MSi, dosen STAI Bani Saleh Bekasi, menjelaskan adanya tiga jenis temperamen anak yaitu mudah, slow to warm up, dan sulit.

🐝Anak dengan temperamen mudah umumnya easy going, mudah bergaul, pola makannya teratur, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan percaya dirinya tinggi. Sebaliknya, anak yang sulit, umumnya sulit bergaul, pola makannya tidak teratur, sulit berdaptasi dengan orang lain, dan percaya dirinya rendah.

🐝Temperamen anak pemalu bisa dikatakan berada dalam gradasi antara slow to warm up dan sulit. Bila anak hanya sekedar memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, ia termasuk kategori slow to warm up. Tapi, bila anak begitu pemalunya hingga sulit beradaptasi dengan lingkungan atau orang baru, maka ia termasuk kategori sulit.

🐝Renée Gilbert, Ph.D,  seorang psikolog yang pemalu di saat kecil dan kini memiliki kelas penanganan anak pemalu di Amerika, menguraikan bahwa perilaku pemalu merupakan tindakan yang muncul dari adanya rasa  tidak nyaman dalam situasi sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menikmati kehidupannya. Karena memiliki rasa tidak nyaman itulah seorang pemalu lebih sering menghindar dari lingkungan sosialnya.

🌼Apakah anak pemalu adalah anak yang memiliki kepercayaan diri rendah atau minderan?🌼

🐝Dua konsep pemalu dan minder kadang bercampur aduk sehingga sering disamaratakan. Padahal menurut Mira, anak pemalu dan anak minder sangat berbeda.

🐝Memiliki karakter pemalu adalah satu bawaan lahir yang melekat pada seorang anak dan bisa jelas terlihat sejak seorang anak masih bayi atau balita. Sedangkan minder atau rendah diri muncul karena bentukan sosial, pada hal tertentu, dan terjadi di waktu tertentu saja. Sebagai contoh, bila seorang anak remaja merasa malu bergaul dengan teman sebaya karena tubuhnya yang gemuk atau berjerawat, ia dikatakan tengah minder dengan kondisi tubuhnya. Tetapi belum berarti ia termasuk kategori anak pemalu. Apalagi, bila dalam konteks berhubungan sosial di dalam situasi dan kondisi lain, ia tidak punya masalah.

🐝Sementara seorang bayi atau balita yang pemalu saat diajak bersosialisasi, tentu bukan minder melainkan memang berkarakter pemalu. “Di usia bayi atau balita, malunya itu bukan minder. Bayi kan belum tahu kenapa mereka harus minder?” urai dosen lulusan psikologi perkembangan program pascasarjana Universitas Indonesia ini pula.

🌼Faktor genetik dan lingkungan🌼

🐝Hampir semua orang memahami, faktor genetik dan lingkungan memegang peran penting dalam membentuk kepribadian seseorang dan dalam banyak hal. Kedua faktor ini, genetik dan lingkungan saling berkait, menguatkan atau melemahkan karakter seseorang.

🐝Hanya saja, banyak orang tak paham, bahwa sifat pemalu merupakan bawaan lahir, sehingga anak yang dilahirkan dari bapak-ibu yang pemalu, biasanya akan menjadi anak  pemalu juga.

🐝Mira mencontohkan bagaimana pengaruh genetik dan lingkungan bermain dalam hal sifat pemalu. Ada seorang anak yang salah satu karakter ibu kandungnya adalah pemalu, diadopsi oleh ibu angkat yang tidak pemalu. Ternyata si anak berkembang dengan karakter yang lebih mirip dengan karakter ibu angkatnya.

🐝Namun, memasuki usia dewasa, muncul juga karakter ibu kandungnya. Sang anak muncul juga sifat pemalunya, sehingga ia seringkali menemui kegamangan, kecanggungan, ketidaknyamanan saat harus berhadapan dengan situasi sosial yang baru atau asing. Ini berarti, tutur Mira, meski dapat dimodifikasi oleh faktor lingkungan, ternyata faktor genetik pun tidak bisa dihilangkan.

🐝Sifat pemalu  akan bertambah bila anak jarang diajak bersosialisasi oleh orangtuanya. Sebaliknya, karakter ini pun bisa dilunakkan oleh lingkungan mesti tak akan hilang seluruhnya. Bahkan beberapa nama terkenal seperti aktor Tom Hanks dan tokoh Abraham Lincoln saja, sebagaimana terungkap dalam 
“Shy Celebrities”-nya Gilbert, bisa berubah menjadi orang-orang yang mampu tampil di depan publik dengan penuh kepercayaan diri, meski pada awalnya mereka adalah anak-anak yang pemalu.

🌼10 upaya orangtua🌼

🐝Mengingat sifat pemalu yang diabaikan dan dibiarkan dapat tumbuh berlebihan dan menghambat pergaulan anak, maka orangtua perlu berupaya serius, tekun dan tuntas untuk mengatasinya. Misalnya saja lewat 10 langkah berikut ini:

1⃣Identifikasi penyebab malu anak

Perhatikanlah dimana anak sering malu dan menarik dirinya? Di sekolah? Pesta orangtua? Di acara keluarga besar? Di teman-teman sekitar rumah? Atau, hampir di setiap kesempatan di luar rumah? Sering sekali yang menjadi penyebab adalah karena anak memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Apa yang harus dibicarakan dengan teman-teman? Umumnya, anak memerlukan bimbingan interaksi sosial, khususnya tentang percakapan umum dengan lingkungannya.

2⃣Berikan role model perilaku sosial percaya diri

Berilah contoh teladan, seperti memulai ucapkan salam dan menjabat tangan terlebih dahulu saat bertemu dengan tetangga atau orangtua dari teman anak. Bila anak belum kenal pada mereka, jangan lupa mengenalkannya. Jangan pernah menghina atau meremehkan orang lain di depan anak atau berlalu di hadapan orang tanpa mengucapkan, misalnya ”Permisi...”

3⃣Ajarkan teknik sosialisasi

Undanglah anak salah seorang teman bermain di rumah. Lalu tunjukkan lewat perilaku orangtua sendiri bagaimana caranya memperlakukan teman atau tamu ini dengan baik.

4⃣Ajarkan anak berani mengambil risiko

Anak pemalu umumnya sangat pencemas. Takut salah, takut ditertawakan, takut menyinggung orang lain, dan lain-lain. Ajarkanlah untuk tidak terlalu mencemaskan hal-hal itu dan berani mengambil risiko sepanjang hal itu tidak merugikan dirinya dan orang lain.

5⃣Dorong perubahan secara bertahap

Tentu saja tak mungkin berharap perilaku anak pemalu dapat berubah dalam waktu singkat. Ingatkan saja anak pada prinsip, ”Kalau kamu ragu-ragu, lakukan perlahan,”

6⃣Bantulah anak mengidentifikasi bakat atau hobi yang membuatnya merasa berharga.

 Biasanya, anak pemalu cepat mengambil kesimpulan yang kadang  digeneralisir. Misalnya, setelah mencoba  bulutangkis dan dia tidak suka, anak bisa   mengambil kesimpulan ”Saya tidak suka olahraga.” Maka, bersabarlah dalam menggali bakat dan hobinya.

7⃣Bantulah anak  menata emosi

Beri rasa nyaman bagi perasaan anak, sebab, umumnya anak pemalu sangat sensitif dan cepat putus asa.

8⃣Ajarkan toleransi dan menghargai orang lain

Beri pengertian bahwa setiap orang belum tentu melakukan hal-hal yang benar.  Hal ini bisa dimulai orangtua dengan mentolerir kesalahan kecil anak dan tetap memberikan penghargaan terhadap dirinya.

9⃣Hindari labelisasi pemalu
Memberikan cap ”anak pemalu” sama sekali tidak baik. Anak justru semakin menyesuaikan perilakunya dengan label yang diberikan.

🔟Mencari bantuan tenaga ahli bila diperlukan

Bila berbagai upaya sudah dilakukan, namun belum ada perubahan ke arah yang positif. Maka, cobalah mencari bantuan ahlinya.

📖 Artikel:
http://www.ummi-online.com/mengatasi-anak-pemalu.html (23 Februari 2015)

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 blog:  isparenting.wordpress.com

Selasa, 18 Agustus 2015

Renungan for momy

🍂Copas tulisan Bunda kaska IIP Solok Sumatera Barat, dari IIP Padang🍂

Bismillaah
Ada kalanya aku berpikir.
Mau sampai kapan sih begini terus.
Rumah yg tak awet rapi
Keranjang cucian yg tak awet kosong
Lantai yg tak awet kinclong
Juga waktuku yg tak awet leluasa
Belum lagi suaraku
Entah ratusan atau ribuan kali aku mengucapkan hal yg
berulang ulang seumur hidup mrk
Apa mrk tidak dengar
Apa mrk tidak mau taat
Apa mrk tidak tau kl waktuku jadi banyak terbuang
karenanya.
Kemudian tentang ibadahku
Apakah aku tidak boleh shalat dgn tenang
Apakah aku tidak boleh mengaji dlm keheningan
Apakah aku harus membiarkan mengalah ketika Quranku
ditarik oleh tangan2 mungil itu?
Mh..
Kadang cita citaku begitu sederhana
Aku hanya ingin makan mie pedas tanpa gangguan
Ingin ngemil tanpa direcoki
Ingin tidur sebentar tanpa dipanggil2 setiap 3menit sekali
Ingin juga sesekali merasakan ada yg menyiapkan teh
manis hangat kesukaanku setelah kehausan menyusui
bayiku semalaman.
Siapa bilang aku tak mau rumah rapi.
Siapa bilang aku tak mau lantai bersih.
Siapa bilang aku tak mau semua serba tertata.
Siapa bilang aku tak mau makan nikmat.
Siapa bilang aku tak mau tidur nyenyak.
Siapa bilang aku tak mau merawat diri.
Taukah siapa penyebabnya.
Sesekali aku marah.
Iya jujur aku marah.
Marah kenapa kalian tdk mengerti keinginanku.
Apa kalian tdk tau ya aku ini manusia juga bisa lelah.
Dengan bahasa omelan mrk hanya menatap bingung apa
sih yg aku bicarakan.
Lalu aku pandangi wajah mereka satu persatu dlm
keheningan malam.
Lihatlah bunda...
Bukankah mereka itu sangat lucu.
Wajah2 polos dan letih setelah seharian berhasil membuat
emosimu naik turun.
Wajah wajah yg Allah ciptakan dengan sedemikian
sempurna.
Bukankah mereka yg sering membuatmu tertawa terbahak
krn tingkah polah tak terduga.
Di saat yg sama saat engkau baru saja selesai
membersihkan pup bayimu yg entah keberapa kali hari itu.
Bukankah mereka alasan yg membuatmu kuat berdiri
hingga sekarang.
Mereka yg memuji2mu seolah engkau ini tanpa cela.
Mereka yg memberimu senyuman dan pelukan seolah
engkau ini segalanya bagi mereka.
Yang kemudian membuatmu ingin melakukan hal2 dgn
lebih baik lagi?
Hmmm..
Baiklah.
Tidak inginkah kau memberikan yg terbaik dari dirimu.
Mereka kan tidak selamanya kecil.
Mereka pun tidak selamanya menyebalkan kan?
Akui saja.
Tanpa mereka kau ini apa.
Mau mengerjakan apapun pasti terasa hambar.
Heii..bahkan ya..
Mungkin selama ini kau yg ditemani mereka.
Mereka yg mendampingi kita belajar dan berproses menjadi
org tua dgn penuh kesabaran.
Mereka yg memberi pelajaran2 pd kita atas perintah
Rabbnya.
Mereka yg justru rela dituduh bahwa smua yg kita kerjakan
demi mereka.
Lalu setelah mereka mengalah berjam jam..berbulan
bulan..bertaun taun..apa yg mrk dapat?
Kebendaan.
Bukan hatimu.
Maka jgn heran jika kau bgitu..bersiaplah saat tua mrk
mgkn hanya memberikanmu kebendaan tapi bukan hati
mereka.
Ayolah bund.
Dewasalah.
Berubahlah selagi sempat.
Siapa yg kekanak2an.
Saat ada hal tidak sesuai keinginan maka kau menyalahkan
mrk kenapa enggan berubah.
Tapi saat kau ada sifat buruk dgn mudah kau katakan
jangan ikuti ayah bundamu.
Padahal engkau tau benar teladan mudah terserap itu
bukan melalui lisan tapi perbuatan.
Selalu ada penyesalan knp blm bisa menjadi ibu yg baik.
Ibu yg masi egois memikirkan 'me time'.
Padahal seharian mrk menanti 'us time'.
Salah satu penghalang adalah gadget.
Dgn alasan bahwa itu salah satu me time.
Padahal itulah penghancur us time.
Maka bun mulai besok buatlah jadwal kpn boleh memegang
hp.
Buatlah itu sebagai sisa2 waktumu saja.
Mgkin awal2 akan aneh.
Jauhkan sejauh2nya.
Sehingga lama2 engkau akan terbiasa tanpanya.
Dan menjadi berat saat harus memegangnya.
Libatkan mrk dengan penuh keceriaan dlm pekerjaan rumah
tanggamu.
Maka kau akan menemukan mrk dgn mudah menularkan
keceriaan masa kecil mrk kpdmu.
Seolah2 engkau mmg seharian bermain2 bersama mereka
dalam segala aktivitas sehari2mu.
Sabarlah bun.
Anak2 lucu itu kelak insyaallah menjadi penjaga2mu.
Menjadi pengingat2mu di saat mgkn engkau lupa dan lalai.
Asalkan skrg engkau rela sungguh2 merawat mrk dan
menjaga amanah2 tsb.
Siapa menanam dia akan menuai.
Dan sungguh Allah tidak akan menyia2kan sekecil apapun
perbuatan baik kita thd makhlukNya.
*Renungan ibu 5 anak di mlm hari ketika kuping menjadi
dingin dari celotehan kemudian rasa bersalah menjalar
menguasai hati.
Semoga Allah mudahkan niat2 baik. Allah gantikan semua
keburukan2 dgn kebaikan2.
Barakallaahu fiikum

Resep bayi balita 2

🍲 Cawan Pisang Ayam 🍗

Bahan:
Pisang kepok, ayam (cincang), keju, air, wortel, dan labu siam.

Cara membuat:
1⃣ pisang dilumatkan/dihaluskan
2⃣ ayam dicincang
3⃣ keju diparut
4⃣ wortel dan labu siam diparut
5⃣ pisang, ayam, keju, air, dicampur, dan diaduk hingga rata
6⃣ letakkan daun jeruk (buang tulang daunnya) di dasar mangkuk tahan panas
7⃣ masukkan campuran pisang, keju, ayam, dan air ke mangkuk tahan panas
8⃣ kukus selama kurang lebih 20 menit
9⃣ kukus wortel dan labu siam parut secara terpisah
🔟 siap disajikan

Bisa untuk MPASI (usia +10m) dan makanan utk org dewasa.

Resep aslinya pakai brokoli, karna di rumah gak ada stok brokoli jadi pake labu siam 😊

Sumber: "Buku Super Lengkap Makanan Bayi Sehat Alami"

Resep bayi balita

Dari Uni Shona👸

🍗🍗Tumis Ayam Suwir +1th

➡Bahan-Bahan:
1⃣100 gram tempe (skip, uni ga pake)
2⃣100 gram dada ayam suwir
3⃣1 sendok teh margarin
4⃣1 siung bawang putih
5⃣50 ml kaldu (uni pake kaldu ayam instan non msg, Alania)

➡Cara Pembuatan:
1⃣Panaskan 1 sendok teh margarin,
2⃣tumis 1 siung bawang putih cincang hingga harum.
3⃣Masukkan 50 ml kaldu, masak hingga mendidih.
4⃣Masukkan 100 gram dada ayam suwir dan tempe masak hingga bahan matang.
5⃣Angkat, sajikan setelah dingin.

🍲🍲🍲🍲🍲

Sumber: Resep Makanan Bayi dan Balita👶👍