Jumat, 24 April 2015

Apa yg kita Cari didalam Hidup ini...

Kita hidup di gunung merindukan pantai...
Kita hidup di pantai merindukan gunung...
Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
Di musim hujan kita tanya kpn kemarau?
Diam di rumah pengennya pergi...
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah...
Waktu tenang cari keramaian...
Waktu ramai cari ketenangan...
Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan...
Ternyata SESUATUMU tampak indah karena belum kita miliki...
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...
Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR...
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...
SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
& Harta adalah Amanah yang dipercayakan...
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dlm kebaikan di mulai dari sekarang.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ ﴿٧﴾
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S.14:7)
Semoga kita bisa bersyukur atas pemberian Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya. Dan semoga kita semua selamat dalam meraih kebaikanNya di semua hari hidup kita.
Aamien YRA...

Ust Musyaffa Ad Dariny, MA

JANGAN TERGESA-GESA!

ﺍﻟﺘﺄﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻌﺠﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ
" Ketenangan bertindak dari Allah dan
ketergesaan dari setan."
[Hadits hasan riwayat al-Baihaqi]
Ikhwah fillah...
Ketergesaan adalah tabiat manusia. Allah ta'ala berfirman:
"Manusia diciptakan dengan sifat
tergesa-gesa." [Qs 21: 37].
Setan pun berusahamemaksimalkan tabiat ini dalam keseharian kita.
Meski demikian, Allah mengilhamkan ketenangandan kematangan bertindak dan berucap ke dalam diri hamba-hambaNya.
Ketergesaan tanpaperhitungan yang matang sering manjadi petaka dan penyesalan di kemudian hari.
Tentu kita tidak lupa akan ketergesaan Bapakkita, Nabi Adam, yang mencicipi buah terlarangkarena tergiur janji setan bahwa ia akan menjadikekal. Padahal, justru sebaliknya, setelahdimakan, Beliau yang tadinya kekal di surga,malah dikeluarkan.
Nabi Musa juga memberi kita pelajaran. Ketika Beliau tergesa-gesa mengingkari Nabi Khidhr, justru mereka harus berpisah.
Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "JikaMusa bersabar, akan lebih banyak pelajaran yang didapat."
[Hr al-Bukhari]
Ikhwah fillah...
Ketergesaan begitu sering menyertai kita. Kita tergesa belajar, hingga akhirnya banyak hal yang tidak kita kuasai betul.
Imam Az-Zuhrimengatakan, "Sungguh ilmu yang kami miliki iniadalah buah menghafal satu-dua hadits atausatu-dua masalah fikih per hari."
Sering kita tergesa dalam doa, sampai langsung mendikte Allah. Lupa mengawali doa denganpujian dan shalawat.
Saat doa tak kunjungterlihat hasilnya, kita mengklaim sepihak bahwa Allah enggan mengabulkan.
Padahal Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa." [muttafaqun 'alaihi]
Kita kadang tergesa dalam berdakwah tanpamemperhatikan prioritas-prioritas dakwah hinggadakwah tidak efektif atau bahkan gagal. Jikasudah tidak mendapat penerimaan, kita puntergesa mencap mereka sebagai orang-orang yang menolak kebenaran, pengikut hawa nafsu, dansebagainya tanpa mengoreksi metode dakwah kita.
Benarlah kata para ulama: "Barangsiapa tergesa melakukan sesuatu sebelum momennya, tidakakan memperolehnya.
Ikhwah fillah...
Bahkan dosa-dosa pada hakikatnya bersumberdari ketergesaan. Riba dan korupsi adalahbentuk ketergesaan mendapat harta sebanyak mungkin, semudah mungkin.
Zina dan pacaranadalah ketergesaan syahwat sebelum tiba momen yang halal. Menuduh dan memaki adalah wujudketergesaan kita sebelum tabayyun dan memberi uzur. Demikian seterusnya.
Semua adalahketergesaan kita mereguk kepuasan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi kelak.
Ikhwah fillah...
Namun ingat, tidak tergesa-gesa bukan berarti lamban dan tidak peka. Perbedaannya ada pada kesesuaian dengan petunjuk agama, pemikiran yang matang, musyawarah, dan metode yangtepat.
Taufik dan bimbingan Allah juga besarpengaruhnya. Pun juga tipu daya setan.
Lafal hadits di atas seolah mengisyaratkanbahwa seringkali kita menghendaki cepat tanggap, namun setan mengganggu dan menjadikannyaketergesaan.
Atau bahkan kita sebenarnya menunda untuk berpikir matang karena ragu, namun dengan itulah Allah bimbing kita kepadaat-taanni. Wallahu a'lam
✒ Ust Nur Fajri Ramadhan hafidzahulllah
@ Program Just One Day One Hadits

SALING MEMBERI HADIAH

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " تهادوا تحابّوا "
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Salinglah memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."
Penjelasan hadits
Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.
Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.
Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.
Wallahu ta'ala a'lam.
و صلى الله على نبينا محمد.
✒ Ust Riki Lc
@ Program Just One Day One Hadits

MARI MENGAJAK PADA KEBAIKAN!


الحمد لله و الصلاة و السلام على عبده و رسوله، أما بعد :
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "مَنْ دَلَّ عَلَى الْخَيِْر كَفاَعِلِه"ِ
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut."
Penjelasan Hadits
Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan kepada suatu amal kebaikan kemudian orang lain melakukan kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.
Sebagai contoh, apabila ada seorang yang membutuhkan bantuan meminta kepada kita untuk membantunya, namun kita tidak mampu memberikan bantuan dan kita katakan datanglah kepada fulan yang mampu untuk membantu anda. Kemudian orang tersebut membantunya, maka kita pun mendapatkan pahala sebagaimana orang yang membantu tersebut mendapatkan pahala.
Demikian pula halnya orang yang mendakwahkan orang lain kepada hidayah, kemudian orang tersebut mengikutinya, maka dia pun mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti hidayah tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Sebaliknya, barangsiapa menunjukkan atau mengajak orang lain kepada kesesatan atau kemaksiatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya.
و الله تعالى أعلم،
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.
✒ Ust Riki Lc
@ Program Just One Day One Hadits

Kamis, 23 April 2015

ALLAH MENYUKAI KEINDAHAN

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن الله جميل يحب الجمال ".
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan."
Penjelasan Hadits
Hadits ini termasuk di antara hadits-hadits yang terkandung di dalamnya penyebutan nama dan sifat Allah ta'ala.
Nama Allah yang disebutkan di dalam hadits tersebut adalah "الجميل" (Maha Indah). Terkandung dalam nama tersebut sifat Allah, yaitu "الجمال" (keindahan).
Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah menyukai keindahan. Ini menunjukkan anjuran kepada kita untuk senantiasa menjaga keindahan dan penampilan. Terutama, ketika dalam melaksanakan ibadah.
Berpenampilan indah yang dicintai oleh Allah adalah yang sesuai dengan syariat, bukan penampilan yang dianggap indah dan bertentangan dengan syariat.
Sebagai contoh, mencukur jenggot dianggap sebagai penampilan yang indah bagi seorang laki-laki. Padahal, pada hakikatnya mencukur jenggot bukanlah bentuk keindahan yang dicintai Allah. Karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk tidak mencukur jenggot.
Contoh lain, wanita berhias dan menunjukkan perhiasannya (atau bahkan membuka auratnya) di luar rumah kepada selain suaminya dianggap sebagai bentuk keindahan. Padahal, pada hakikatnya itu adalah perbuatan dosa besar yang menjadi sebab masuk ke dalam neraka.wallahu ta'ala a'lam.
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang indah dan dicintai olehNya.
آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
✒ Ust Riki Lc
@ Program Just One Day One Hadits

KEUTAMAAN MENCINTAI RASULULLAH S.A.W.

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "المرء مع من أحبّ"
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."
Penjelasan Hadits
Hadits ini menunjukkan keutamaan mencintai karena Allah.
Maksud hadits tersebut adalah bahwa barangsiapa mencintai seseorang karena ketakwaan dan amal sholeh yang dilakukannya, maka ia akan bersama orang tersebut di akhirat kelak meskipun ia tidak seperti orang tersebut dalam hal ketakwaan dan amal sholeh yang dikerjakan.
Hal ini menunjukkan bahwa cinta karena Allah adalah merupakan amalan sholeh yang berbentuk amalan hati.
Sehingga, Allah memberikan pahala kepada orang yang ada di dalam hatinya rasa cinta tersebut yang menunjukkan adanya niat kebaikan di hatinya.
Hadits tersebut juga menunjukkan tentang keutamaan mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam.
Diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu bahwa ia berkata
" Wahai Rasulullah, seseorang mencintai sekelompok kaum namun ia tidak mampu beramal seperti amalan mereka."
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Wahai Abu Dzar, engkau akan bersama orang yang engkau cintai."
Maka, Abu Dzar berkata, "Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Lalu, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Engkau akan bersama orang yang engkau cintai."
Kemudian, Abu Dzar mengulang perkataanya dan Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam pun mengulang perkataan beliau.
Oleh karena itu, Anas bin Malik berkata setelah menyebutkan hadits seperti di atas, "Maka, aku mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam, Abu bakar, dan juga Umar radhiyallahu'anhuma.
Aku berharap kepada Allah agar Dia mempertemukanku kepada mereka karena cintaku kepada mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka."
Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Serta mencintai orang-orang sholeh dan menjadikan kita termasuk ke dalam golongan mereka.
Aamiin.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.
✒ Ust Riki Lc
@Program Just One Day One Hadith 

FAIDAH SHOLAT SUNNAH SEBELUM SHOLAT SUBUH


Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam bersabda:
ﺭﻛﻌﺘﺎ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ
" Dua rakaat shalat fajar (qabliyah subuh) lebih
baik daripada dunia dan seisinya.”
[Hr Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasai]
Maukah Anda mengerjakan suatu pekerjaan
ringan dalam tempo 2 menit namun honornya
adalah mobil mewah?
Tidakkah Anda tergiur jika ada tawaran kerja yang menawarkan gaji bulanan berupa 30 rumah mewah?
Jika Anda masih belum
tertarik, bagaimana kalau 30 buah pulau menjadi milik Anda pribadi beserta semua isi, keindahan,
dan kenikmatannya?
Atau Anda justru tidak
percaya ada tawaran “gila” macam itu?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengabarkan kepada kita bahwa Allah ta’ala,
Sang Maha Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta akan memberikan kita reward yang lebih istimewa dan lebih bernilai daripada satu planet.
Bumi beserta seluruh isinya. Hanya dengan shalat dua rakaat yang ringan, tidak panjang.
Kira-kira 3 menit. Setiap harinya jika mengerjakan shalat ini,
kita akan diberikan pahala dan balasan yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Tidak ada
yang mustahil bagi Allah ‘azza wa jalla sebab Dia
Maha Pemurah dan Berkuasa atas segala
sesuatu.
Lebih menarik lagi, shalat ini disunnahkan untuk tidak diperlama temponya.
Imam Muslim membawakan beberapa riwayat yang menerangkan
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang membaca satu ayat di masing-masing
rakaat, Ayat Kursi di rakaat pertama dan Qs Ali Imran ayat 64.
Di lain kesempatan beliau membaca Qs Al-Baqarah: 136 lalu di rakaat kedua membaca Qs Ali Imran: 52.
Kadangkala
beliau hanya membaca Al-Kafirun di rakaat
pertama, kemudian Al-Ikhlash di rakaat kedua.
Bahkan Aisyah sampai menduga bahwa jangan-jangan yang dibaca hanya Al-Fatihah saja karena betapa singkatnya shalat dua rakaat Beliau!
Anda bisa bayangkan alangkah ruginya orang yang enggan mengerjakan dua rakaat ringan yang lebih
baik dari dunia dan seisinya ini. Karena itulah Aisyah mengatakan bahwa Beliau tidak pernah
meninggalkan shalat qabliyah shubuh,
sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhari.
Para sahabat pun demikian, mereka merasa rugi kalau
sampai tidak mengerjakannya. Jika mereka belum
sempat mengerjakannya karena sudah iqamat,
mereka mengqadha’nya selepas shalat shubuh.
Imam Abu Dawud mengisahkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang sahabat shalat lagi dua rakaat selepas shalat shubuh berjamaah.
Nabi pun menegurnya
seraya bersabda, “Shalat shubuh hanya dua
rakaat.”
Sahabat tersebut menjawab, “Aku tadi
belum sempat mengerjakan shalat qabliyyah dua
rakaat, maka aku mengerjakannya sekarang.”
Nabi pun menyetujui tindakannya.
Wallahul Muwaffiq
✒Ust Nur Fajri Ramadhan hafidzahulllah
@Program Just One Day One Hadith