Selasa, 18 Agustus 2015

Komunikasi produktif dgn pasangan

Originally created by @fufuelmart

Komunikasi adalah salah satu elemen penting dalam setiap interaksi antar sesama manusia, begitupun dalam pernikahan. Banyak banget teori tentang bagaimana berkomunikasi yang baik antar suami dan istri, tapi saat mengaplikasikannya tidak semudah teorinya. Sekarang ini, saya akan membahas 3 hal yang biasanya menghambat proses komunikasi yang baik antara suami dan istri. Langsung saja, ini dia...

Yang pertama, adanya "Mindset" yang berbeda tentang bagaimana berkomunikasi dalam pernikahan.

Saat menikah dengan pasangan, kita adalah dua asing yang disatukan dalam sebuah ikatan; dengan dua pola pikir berbeda, dua kebiasaan bertahun2 yang berbeda, dua isi kepala dan tingkah laku berbeda serta dua keluarga yang berbeda. Oleh karena itu, patut dipahami bahwa perbedaan cara komunikasi pun akan berbeda. Karena tak ada sekolah pernikahan dan berkeluarga, secara otomatis mau tak mau, suka tak suka, kita akan belajar dari orangtua kita. Bahkan dari semenjak kecil. Apa-apa yang kita lihat dan dengar dari orangtua kita, terutama saat masa golden age, secara otomatis akan menjadi "mindset" dalam otak kita, tanpa kita sadari. Karena, di masa-masa golden age tersebut, apa yang kita "terima" tidak disaring oleh otak mana yang baik dan mana yang buruk; dikarenakan sistem otak yang masih dalam tahap perkembangan.

Sehingga, meski kita "merasa" sudah belajar ke sana kemari, sudah mencoba menyerap ilmu itu; mencoba mengaplikasikannya, tapi tetap ada saat dimana kita tak mampu mengontrol hal tersebut, terutama saat tertekan. Misal, saat kecil kita seringkali melihat cara ibu memperlakukan ayah saat bertengkar, itu akan mempengaruhi bagaimana cara kita memperlakukan suami saat bertengkar. Maka dari itu, hal yang penting dilakukan untuk memprogram ulang "mindset" yang mungkin kurang baik, diperlukan penerimaan terhadap masa lalu, alias membersihkan sampah emosi.

Yang kedua, adanya EGO yang mendominasi

Biasanya hal kedua ini juga menjadi salah satu alasan "mandek" nya komunikasi dalam pernikahan. Suami dan istri yang sama-sama menunggu salah satu diantaranya "duluan" minta maaf, duluan bilang terima kasih, duluan inisiatif ngajak bicara. Salah satu atau keduanya merasa bahwa "seharusnya" pasangannya lah yang memulai. Padahal pernikahan itu sendiri adalah tugas bersama, bukan tugas masing-masing, keduanya perlu bekerja sama dan mempertnaggungjawabkan itu semua.

Sehingga yang perlu dilakukan adalah merendahkan ego dan mencoba "memulai" tanpa harus khawatir bagaimana respon pasangan. Saat ego meninggi, ingat bahwa derajat kita di hadapan Allah tak lantas menjadi rendah. Apalagi ada niat baik untuk semakin harmonis dengan pasangan.

Yang ketiga, TIDAK TEPAT dalam "Waktu, Tempat, dan Cara"

Kemauan untuk berkomunikasi dengan baik sudah di dapat, namun seringkali tak menuai respon yang baik dari pasangan. Tiga penyebab utamanya biasanya; karena waktu yang tidak tepat. Sebaiknya pilih waktu yang benar-benar dalam kondisi keduanya sedang dalam berpikiran jernih dengan suasana yang nyaman. Baiknya tidak menimpali, mendebat atau menyangkal di saat emosi salah satu atau keduanya sedang meninggi.

Kedua karena tempat yang tidak tepat. Sebaiknya dicari tempat yang nyaman untuk bicara berdua. Tempat yang ideal untuk berkomunikasi versi suami dan istri biasanya berbeda, sehingga cari tahu dan tanya pada mereka, dimanakah tempat yang nyaman untuk berbincang berdua untuk mengklarifikasi sesuatu atau merancang mimpi pernikahan bersama.

Ketiga mungkin karena cara yang tidak tepat. Berkomunikasi dengan manusia yang notabene makhluk super kompleks itu, tentu ada seninya. Meskipun kita tak bisa mengkotak-kotakan jenis orang begini dan begitu; namun mengetahui jenis personality, karakter dan "jenis apa" pasangan kita, akan mempermudah kita untuk berkomunikasi dengannya. Sehingga mengetahui ilmu tentang karakter personality seperti apa diri kita, dan seperti apa pasangan kita, menjadi salah satu poin penting untuk tercapainya komunikasi produktif dalam pernikahan.

Pernikahan memang tak sesederhana teori dalam buku, namun sangat patut diperjuangkan dengan mengaplikasikan ilmu. Pernikahan yang harmonis adalah hadiah terindah bagi anak-anak kita, kenangan masa kecil baginya yang otomatis menjadi warisan saat mereka dewasa. Maka dari itu, mari kita senantiasa perbaiki komunikasi dengan suami, merendahkan ego diri, karena antara suami-istri tidak ada istilah menang atau kalah; melainkan maju dan bahagia bersama hingga Jannah.

Sekian dari saya, mengenai ini lebih lengkapnya dibahas dibuku terbaru saya dan suami; Rumah Tangga Surga. 😊

Wallahualam 🙏🏻😊💜

Wassalamu'alaykum wr wb

_Fufu Elmart_

🌹Tanya-Jawab 🌹

1⃣ Hamba Allah_IPC_ Bumi
2,5thn yg lalu, saya mendapati bhw ia sms'an dgn mantan pacarnya. Bahasanya mesra. Saya kecewa...meski suami sy bilang tidak terjadi apapun diantara mereka. Nah,masalahnya teh, sejak itu, saya jadi sebel aja kalu dideketin suami. Apalagi klo dia ngajak hubungan badan. Males banget, dan rasanya sakiit banget teh. Saya jadi merasa hubungan badan itu malah bikin sakit aja. Tapi disisi lain, saya takut dilaknat malaikat. Gmn ya teh?
Saya nikah sudah 4thn.

Jawaban:
Pertama, harus dipahamkan bahwa perselingkuhan itu bukan "penyebab" keretakan keluarga, melainkan "dampak" dari adanya keretakan yg boleh jadi sudh terjadi lama hanya terkesan tak terlihat.

sehingga baik suami dan istri, sama2 bertanggung jawab dan perlu interospeksi diri, knpa pasangannya bisa seperti itu?

Rasa kekecewaan yang teteh rasakan, itu wajar. namun perlu penyaluran yang tepat. ada yang belum clear. Boleh jadi belum sama2 ikhlas akan kejadian 'tersebut'

Kalo istilah kami, belum cleansing.. masih ada luka yang belum bisa teteh maafkan terkait kejadian tersebut...

Hubungan intim dalam pernikahan bukan hanya persetubuhan dua raga. melainkan jiwa baiknya ikut terlibat di sana, baru akan tercipta "mawaddah" dalam pernikahan.

Solusinya, baiknya komunikasi dari hati ke hati, utarakan dan luapkan perasaan kekecewaan teteh pada suami. tapi sebelumnya kondisikan dulu pada suami bahwa teteh berniat untuk tabayyun dan mmperbaiki hubungan. di akhir, tetep minta maaf dan say i love you.. karena tentu tteh masih sayang, tpi yg mmbuat blum ikhlas si ganjalan kekecewaan itu yang belum sepenuhnya tersampaikan....

smoga berkenan 😊💜🙏✅

2⃣ 2. Fulanah_IPC_somewhere
Saya pernah dipoligami teh. Suami sudah menikah lagi, tanpa bilang saya/keluarga. Saat saya tahu (baca hpnya), saya marah besar dan sgt kecewa. Akhirnya suami menceraikan lagi istri keduanya,krna saya mengancam akan pergi dgn kedua anak kami. Masalahnya teh, sekarang saya sulit percaya pada suami, karena kejadian itu. Bagaimana caranya supaya hubungan kami bisa kembali normal ya teh?

Jawaban:
kembali k niat kita dahulu utk menikah itu utk apa. adakah org yg saat akad nikah sudah berniat dlm hati 'alhamdulillah ya Allah, sah jg. Ya Allah, sy ingin diem2 menikah lg dgn wanita lain tnpa diketahui istri sy'. kira2 adakah?

adakah org yg berniat utk selingkuh smenjak akad nikah? pd dasarnya insyaAllah tidak ada. smua org yg sy temui niat menikahnya psti krn ingin bahagia. namun, jika sudah kejadian, mulai kapan niat itu muncul dan kenapa niat itu muncul?

jika kita menjawab tak tahu, sbagai pakaian dr pasangan kita mnurut Quran, knp bs kita tidak mengetahuinya?

bahkan, sbagai pakaian bagi pasangan kita, knp pasangan mulai menutup2inya? bagian apa dari diri kita yg membuat pasangan kuta merasa tidak nyaman atau illfeel utk terbuka menceritakan isi hatinya? nah ini yg perlu dicaritau terlebih dahulu, dgn cara apa? ya kembali menjalin komunikasi dan kedekatan dgn pasangan, kikis sgala prasangka serta bertabayyun. ini langkah awalnya 😊 ✅ intinya, kembali menjadi sahabat dekat ✅

3⃣ Evita_Banyuwangi_IPC4

Assalamualaikum, teh Fufu..
Senang sekali pada kesempatan kali ini bs bertanya sm teteh 😊
Bagaimanacara kita mengendalikan emosi disaat sdg tdk sepaham dg suami, tapi diwaktu yg bersamaan itu kita sdg bersama anak? Krn tdk bs dipungkiri ya, bs saja terjadi sehari-hari pada setiap pasangan. Makasih, teh.. sblmnya atas jawabannya 😊

Jawaban:
waalaikumsalam mbak evita. kita boleh berantem di depan anak dgn bbrp syarat:
1. tidak ada kekerasan verbal dan non verbal.
2. bertujuan utk memberikan pelajaran kpd anak ttg conflict management. nah, ini adlh berantem elegan yg bhkn bermanfaat bagi anak.

bagaimana kalau sedang tidak sepaham bersama suami d depan anak? pernikahan kami slalu menyempatkan adanya 'couple time' setiap hari, biasany sblm tidur. di situlah momen dimana ketidaksepemahaman dgn suami diluruskan. kmi pny prinsip utk tidak membawa masalah hari ini ke esok hari. selesaikan saat itu jg, berdua saja. krg lebih begitu y mbak Evita 😊 ✅

4⃣ Ayumel_Cipanas_IPC4

Assalamu'Alaikum, Teh Fufu yang di rahmati Allah insyaa Allah Aamiin...
Saya ingin bertanya, Teh.. yang dikatakan Romantic couple itu idealisnya seperti apa? Apakah pasangan yang suka berkata-kata yang romantis-romantis atau yang pasangan yang suka bermesraan atau yang seperti apa?
Terus apakah boleh memperlihatkan keromantisan itu kepada public? Dengan niat menginspirasi pasangan lainnya?

Lalu bagaimana dengan pasangan yang berbeda karakter, misal yang satunya ekspresif, sudah bicara panjang lebar dengan serunya tapi yang satunya lagi no ekspresi, flat aja, cuma jawab seadanya saja, bagaimana menciptakan komunikasi yang produktif jika seperti itu, teh?
Syukran, Teh Fufu.. Jazakillah 😊

Jawaban:
Teh Ayumel yang baik... 😊

Kalau kami dibilang Romantic Couple itu, sebenarnya dapet dari orang-orang sekitar kami. nggak tau ya kenapa, perasaan saya sama suami biasa aja hehehe...

Tapi menurut saya, romantis itu bukan hanya sekadar mereka yang bisa berpuisi atau berkata kata indah. Melainkan romantis dalam sebuah pernikahan adalah di saat kita bisa "aksi" sesuai dengan kemampuan, saling melengkapi dengan pasangan. saling mendukung satu sama lain, saling MENUNTUN bukan menuntut. bergenggaman suka duka dijalani bersama, itu romantis.

Di saat masing-masing paham perannya, di saat masing-masing mengoptimalkan potensinya, di saat masing-masing menerima keterbatasan dirinya dan juga pasangan. Itu romantis 😊💜

Orang itu ada dua macam, yg karakter extrovert dan juga yang introvert. Yang extro cenderung ekspresif, yang intro cenderung flat. Justri di situ serunya. saling melengkapi. Orang introvert biasanya cenderug suka dengan yg ekstrovert karena tertarik pada keterbukaan dan keceriaannya, yang tdk bisa dilakukannya, melengkapi hidupnya. Orang ekstrovert cenderung tertarik pada yang introvert karena ia butuh seseorang yang bisa menenangkannya menjadi rem buatnya... ^_^

komunikasi produktif terjadi, di saat masing2 merasa "mendengarkan dan didengarkan" dalam satu waktu bersamaan. sehingga kalau kita merasa bahwa pasangan kita responnya tak sesuai harapan, coba tanyakan padanya, gali apakah ada yang ingin dia sampaikan? di sat dia menyampaikan, jangan potong dulu. cukup dengarkan... itu namnya active listening... benar2 mendengarkannya... 😊

5⃣ Tika_Padang_IPC 5

Assalamu'alaikum, Teh Fufu..
Salam kenal, saya Tika. Mau bertanya, Teh.
Seperti apa komunikasi yang baik antara suami dan istri dengan karakter yang berbeda? Suami tipe yg irit bicara, memulai pembicaraan tanpa prolog, sering menggunakan bahasa non verbal (red- bahasa tubuh) dan bukan tipe yg romantis, sedangkan karakter saya hampir sebaliknya. Kadang sesekali ingin ngobrol lama dan diromantisin. Sudah pernah dikomunikasikan, tapi sang suami cuman ngasih respon 'nyengir' 😁
Jazakillah khair atas penjelasannya 😊

Jawaban:
Seseorang itu tidak bisa dipaksa berubah dalam satu waktu. sedetik kita bilang,  lalu dia berubah? Tidak bisa, karena perubahan itu butuh waktu. apalgi untuk hal yang sudah menjadi karakter. 😊

saya pun sama. saya sangat suka sekali puisi, ingin sekali suami saya sesekali bisa berpuisi, tapi dia tidak bisa sama sekali. Tapi, bagi saya tidak ada lelaki yang lebih romantis dari dia, yang selalu ada untuk saya. ia tak bisa berkata2 mesra, tapi setiap tindak nyatanya begitu romantis dan membahagiakan saya. Tidak pernah memberi bunga atau candle light dinner, tapi ia tak pernah membentak saya sekalipun, tak pernah menjelek2an saya di depan orang lain atau keluarga besarnya, dan berbagai sikap romantis lainnya. Yang bagi saya itu luar biasa dan lebih dari cukup.

Lelaki romantis seperti di drama Korea atau Jepang itu, rasanya mustahil. karena setelah menikah, ada hal-hal yang tak bisa dideskripsikan drama tv. ketika kita merasa pasangan tak romantis, coba ingat hal hal sepele yang menjadi kebaikan darinya, yang boleh jadi itu jauh lebih banyak dibanding "hal romantis besar yang kita harapkan darinya" 😊 ✅
6⃣ Chacha_Tokyo_IPC5

Assalamu'alaikum, teh Fufu..
Saya mau tanya.. agak borongan gpp ya ^^

1. Sering banget ni saya kadang suka sebel sama suami ketika sedang take turn ngurus anak, misal lagi jagain anak..tiba2 anak rewel, lalu give up dan manggil saya. Apakah itu wajar? Apakah seharusnya saya merespon lalu mengambil alih, atau dibiarkan saja biar suami latihan mengatasi anak rewel..? Hehehe ^^v (nb: suami tau kok sy sebel sebenernya..)

2. Kadang suami suka mengira saya hanya ungkang2 kaki (saya full time mother, suami sedang menempuh S3)..padahal rumah sebenernya udah diberesin.. Cuma kan, yaa.. ada krucil itu kan rumah jarang rapinya..*pembelaan..
Gimana caranya ya supaya dia percaya kita tu ngga cuma ungkang2 dan kipas2? Kadang sudah dijelaskan juga masih suka gak percaya. Nyesek aja kadang udah semangat 45 jagain rumah dan seisinya, tp tiba2 dibilang ga ngapa2in.. 😆
Terimakasih sebelumnya, ya, teh Fufu.

Jawaban:
Teh chacha yang baik hati.... 😊 laki2 itu cenderung bingung sama hal yang lebih bawa perasaan dibanding logika.dan boleh jadi suaminya teh chacha ada keterbatasan dalam mengerti baaimana cara menghandle anak-anak... ini dipengaruhi yg bahasan kota tadi ttg mindset terutama... Kalo laki2 menyerah itu tandanya dia benar2 udh gak sanggup, dan udah diluar kemampuan dia... beda dgn perempuan yang mau sesulit apapun mmg otaknya maju terus pantang mundur...  Solusinya, suaminya coba diminta baca beberapa buku parenting, biar teh chacha gak merasa sendirian ngurus anaknya...  😊💜

Sepertinya teh chacha dan suami berbeda bahasa cintanya.. suami yg cenderung visual, dan teeh sendiri kinestetik... orang visual sangat mengutamkan kerapian gak suka berantakan, sedangkan kinestetik gak rapi banget yg penting nyaman baginya... sehingga mau seberapa keras pun org kinestetik beres2 biasanya ada aja salahnya di maga org visual 😅😄 Gak apa2 teh coba dipahamkan sama suami ya... teteh bisa search mengenai VAK ini di google, QuantumLearning... atau nanti bisa baca buku kami #RumahTanggaSurga ya 😊

7⃣ Icha_Bogor_IPC2

Assalamu'alaikum, Teh Fufu.
Ada yg mau saya tanyakan bagaimana menciptakan komunikasi yg baik antara pasangan ketika ingin mengungkapkan sesuatu kpd pasangan, yg harapan sang istri bahwa pasangan bisa mengerti. Bagaimana cara menyampaikan mau kita supaya dia mengerti? Jd jangan sampai ada istilah "ah mending dipendem aja, dari pada ngomong percuma gak ngerti2."
Terima kasih, teh..

Jawaban:
Teh Icha yang baik.... betul banget memang sebaiknya gak bpleh dipendam ya, tapi disampaikan... 😊 Karena kita dan pasangan sama-sama bukan dukun yg bisa nebak isi hati, sehingga apa2 yg ingin kita dimengerti dari pasangan, sebaiknya kita sampaikan... 😊

Cari waktu yang tepat dimana keduanya benar2 siap, biasanya seelah berhubungan intim, adl waktu tepat komunikasi, karena keadaan otak sdg sama2 relaks sehingga suami biasanya lebih siap untuk diajak ngobrol yang serius... 😊

Kalau kita ingin menasehati suami, baiknya di saat dia sendiri yang minta pendapat atau tanggapan kita. lelaki tak suka bila dia dinasehati tnpa merasa dia memerlukannya... 😊

Cari cara yang tepat... selama menikah tentu geh icha tahu bagaiman cara yg tepat agar apa yg kita bicarakan didengar oleh suami. coba dikaji ulang dulu dan diinget2 lagi... 😉

8⃣ Lia_Jakarta_IPC5

Assalamualaikum, teh fufu yang dirahmati Allah.
Rasany sangat bahagia melihat teh fufu bersama suami yg saling bersamaan. Yang ingin saya tanyakan sering sekali saya & suami berbeda pandangan tentang pendidikan anak baik dr segi pendidikan formal atau  dari sisi pendidikan agama. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas waktu & jawabany semoga saya bisa praktekan di rumah.

Jawaban:
Teh Lia yang dirahmati Allah... aamin terima kasih doanya 😊🙏🏻💜

Biar satu frame, baiknya buku bacaan parenting juga seminar parenting yang diikuti juga bareng2 teh... Kalo suami visual dan suka baca, anjurkan juga untuk baca buku parenting. kalau suami auditory yg lbh suka mendengar, ceritakan apa yang tteh dapet dr buku atau sminar yang diikuti. kalo suami kinestetik yang lebih suka "melakukan", ajak langsung ke tmpt sminar parentinf ketemu dgn ahlinya langsung... 😊

Karena tugas mendidik anak bukan hanya kewajiban ibu, melainkan juga ayah... di al quran pun ayat ttg parentig lebih banyak mengenai pendidikan ayah kepada anaknya... 🙏🏻😊💜

8⃣ Lia_Jakarta_IPC5

Assalamualaikum, teh fufu yang dirahmati Allah.
Rasany sangat bahagia melihat teh fufu bersama suami yg saling bersamaan. Yang ingin saya tanyakan sering sekali saya & suami berbeda pandangan tentang pendidikan anak baik dr segi pendidikan formal atau  dari sisi pendidikan agama. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas waktu & jawabany semoga saya bisa praktekan di rumah.

Jawaban:
Teh Lia yang dirahmati Allah... aamin terima kasih doanya 😊🙏🏻💜

Biar satu frame, baiknya buku bacaan parenting juga seminar parenting yang diikuti juga bareng2 teh... Kalo suami visual dan suka baca, anjurkan juga untuk baca buku parenting. kalau suami auditory yg lbh suka mendengar, ceritakan apa yang tteh dapet dr buku atau sminar yang diikuti. kalo suami kinestetik yang lebih suka "melakukan", ajak langsung ke tmpt sminar parentinf ketemu dgn ahlinya langsung... 😊

Karena tugas mendidik anak bukan hanya kewajiban ibu, melainkan juga ayah... di al quran pun ayat ttg parentig lebih banyak mengenai pendidikan ayah kepada anaknya... 🙏🏻😊💜

9⃣ Marina_Kebumen_IPC5

Assalamualaikum, teh Fufu 👏
Alhamdulillah senang sekali BIRU bersama Teteh.
Apa saja tips-tips agar tetap romantis saat sudah punya anak (balita)? Biasanya kalo orang tua baru seperti kami saking pinginnya fokus sama anak, jadi lupa untuk quality time berdua.
Syukron teteh 😊

Jawaban:
Teh Marina yang baik, terima kasih pertanyaannya yang bagus hehe 😊💜
Nah, iya mengenai hal ini banyak sekali pasutri yang mengalami "penurunan" quality time saat sdh punya anak balita. Terutama frekuensi hubungan seksual. Sedangkan, maaf, libido suami biasanya tdk menurun meskipun sdh memiliki anak. Nah, solusinua di pinter2nya meluangkan waktu untuk quality time... Buat kesepakatan, mulai dr frekuensi berhubungan seks yang disanggupi kedua belah pihak. suami yg baik akan memaklumi istrinya yang terkadang tdk ada gairah. Dan istri yang baik peka dan inisiatif tatkala dirasa sudah lama tak berhubungan suami istri meskii suami tak meminta... 😊

Diagendakan dan sepakati, selain berhbungan intim jg mengenai waktu berdua ngobrol serius ttg perencanaan hidup dsb, Kalau saya biasanya diagendakan min 30 menit sehari, stelah anak2 tertidur. Waktu dimana bener2 berdua, ngobrol dsb...😊

Couple time itu slh satu hal esensial dalam pernikahan, jangan sampai karena ada anak, kita menelantarkan perhatian pada suami. keduanya perlu kita perhatikan dan bahagiakan... 🙏🏻💜😊

1⃣0⃣ Endri_Balikpapan_IPC5

Assalamualaikum, teh Fufu.
Bagaimana sebaiknya menghadapi anak yang cemburu dengan ayahnya jika memeluk bundanya? Bukankah itu salah satu sikap yang bisa menunjukkan bahwa ortu nya saling menyayangi?

Jawaban:
mbak Endri yang baik, anaknya masih balita ya? 😊
wajar mbak, anak saya juga begitu kok. Kenapa? karena abak balita belum benar2 paham konsep kepemilikan. apalagi baginya, ibu adalah seseorang yg amat esensial dan yang paling mengerti dirinya. maka, dia belum paham makna berbagi kasih sayang dengan ayahnya sekalipun. Gak apa2 mbak... Kalo saya malah yabi nya anak2 suka mainin sengaja... inyaAllah nanti paham sendiri 😊✅

1⃣1⃣ Dessy_IPC6

Assalamualaikum..
Teh Fufu, bagaimana cara membersihkan "sampah" masa lalu agar kita bisa benar2 bs memperbaiki diri dan mengaplikasikan ilmu2 baru yg telah dipelajari..?
Jzklh khoir atas jawabannya, teh.. 😊

Jawaban:
Teh Dessy yang baik 😊
Cara membersihkan sampah emosi masa lalu,  kami sebut dengan istilah CLEANSING... :)

Cleansing itu ada 3 tahap; simpel, tapi prakteknya luar biasa ngos2an, diperlukan keberanian yang kuat.

1. TERIMA
Proses ini yg paling sulit, karena ada gap antara "seharusnya tak seperti ini", berbanding jauh dgn kenyataan yg diterima. Proses TERIMA ini akan sulit, kalau dalam diri selalu tertanam mental "merasa jadi KORBAN"

2. SYUKURI
stelah tahap terima, ini juga tak mudah. Karena kita seolah2 "dipaksa" untuk mensyukuri hal yang membuat diri sakit, kecewa dan dendam. Proses ini adl tahap mengambil hikmah. Bukan disyukur2i, tapi benar2 ikhlas syukurnya

3. MAAFKAN
Tahap ini adl tahap terakhir, yg tak mudah juga, karena diri yang secara fitrahnya seharusnya bahagia, seolah2 "dipaksa" untuk memaafkan orang yang sudah membuat luka mendalam  yang sulit untuk diikhlaskan

Setidaknya kalau sdh memahami proses cleansing, mau menjalaninya, nanti insyaAllah akan ada perubahan "respon" kita terhadap sesuatu yg membuat sakit dan kecewa. Akan terjadi perubahan kita dalam bersikap

Kalau yg pny trauma dgn orangtua di masa golden age misal, setelah menikah nanti, Siap2 dgn resiko  :
1. Hubungan pernikahannya mirip dgn orangtua.
2. Dia tidak akan pernah merasa dicintai dan dibahagiakan pasangan...
3.Cara ia mmperlakukan pasangan, cara ia menjadi ayah/ibu, kurang lebih sama dgn bagaimana ayah dan ibunya mmperlakukannya dulu.
4. mendapatkan pasangan yang miriiippppp karakter dan sifat dgn ortunya, karena jodoh itu "menarik frekuensi yg sama".
5. Atau dia nanti akan mengulang pola yang sama, berbuat hal, terhadap suami dan anak2nya. Terutama, di saat emosinya sedang meluap dan tak tertahan lagi. Respon otomatisnya akan mirip seperti yg ortunya pernah lakukan ...

Apalagi, bagi mereka yang sesudah menikah, hubungan dengan orangtua dan mertuanya kurang baik. Gejalanya bs dlihat dr hibungan pernikahan yg kurg harmonis, serig mengeluh dan merasa tak puas dgn khidupan pernikahan, ada maslaah di ranah finansial, karir yg tak kunjung melesat dsb.

Wallahulam👍✅

1⃣2⃣ Arum LS_Malang_IPC 4

Karena suami dan istri kan berasal dari 2 hal yang berbeda terkadang ketika berkomunikasi maksud suami A namun yang tertangkap oleh istri malah berbanding terbalik dengan maksud suami bahkan sangat jauh. Niatnya sama-sama untuk kebaikan namun penangkapannya berbeda. Contoh, saat suami lagi lelah penat dgn aktivitasnya di luar kemudian bercerita banyak hal nah istri terkadang langsung khawatir dgn menjejeli berbagai pertanyaan yg tujuannya ingin meringankan pikiran dan penat suami, ingin menguraikan beban suami, namun perilaku istri seperti itu kurang diterima suami hingga akhirnya terjadi perdebatan kecil. Dan ternyata yg diinginkan suami hanya ingin didengar tanpa harus dinasehati, tanpa harus ditanya2, tanpa harus dikhawatirkan yg gimana2. Bagaimana cara menyelaraskan 2 maksud yg berbeda tersebut? ^^Terimakasih ^^

Jawaban:
Teh Arum yang baik, wah dari malang ya... ingin sekali ke sana nyobain apel nya. Sejuk pula ya katanya di sana? #lho 😄
Begini teh, betul seringkali di saat kita tidak tahu ilmunya, tidak paham bagaimana karakter cara berkomunikasi suami, maka akan lebih banyak misscommunication, dan missperception..

maka dari itu yang diperlukan adalah adanya KLARIFIKASI. Dengan cara tabayyun langsung ke suami, apa yang ia harapkan dan inginkan. terkadang saat kita berbicara dengan pasangan, kita banyak disibukkan oleh persepsi2 yang ada di dalam kepala kita, dibanding mendengarkan apa yang ia ucapkan. Maka untuk menyelarasakannya, konfirmasi dan klarifikasi lagi padanya, apa sebenarnya maksud dan keinginannya... 😊

Lelaki itu umumnya jarang berbicara hal pribadi, ia hanya akan berbicara hal2 pribadi pada orang yang ia percaya dan ia sayangi. Ia tak mudah mengerti jalan pikir wanita, maka menyampaikan padanya adalah solusinya. 😊

1⃣3⃣ Bagaimana ya cara menyatukan visi misi dalam mendidik anak? Karena latar belakang kami berbeda terutama dlm hal pendidikan. Terimakasih (Eva_Jepara)

pertanyaan sama dg no 8⃣ ✅

1⃣4⃣ Rianti_Bandung_IPC5

Bagaimana mengahadapi sifat suami yg ketika kecewa/ marah maupun menghadapi suatu masalah seringnya diam cemberut dan memberi jarak dgn istri. Nanti ketika dia sudah memuncak marahnya, baru dia berani bicara. Terkadang saya bingung bagaimana menghadapi sifat suami yg seperti ini.. Trims 😊

Jawaban:
Teh Rianti yang baik... 😊

Dalam buku Male Brain karya Loann Brizandine dijelaskan bahwa otak lelaki bersifat independen dan problem solver, maka ketika ia menghadapi masalah, ia memilih untuk menyendiri  'masuk gua'.

Curhat ketika ada masalah bukanlah style pria, karena ia tak ingin membebani org yg dikasihinya. Jika dlm kondisi sperti ini ia merasa diintervensi, wajar saja ia akan smakin merasa terganggu dan tertekan. Maka baiknya, izinkan dirinya menyendiri, dan support dia dgn bentuk service seperti beri minum hangat, air mandi, pelukan dkk tanpa perlu bertanya.

Layaknya bunda Khadijah ketika Rasul pertama kali diberi wahyu, beliau menggedor2 keras pintu rumahnya sambil teriak 'selimuti aku!'. bunda Khadijah langsunf menyelimutinya beliau dgn kehangatan tanpa pernah ia sibuk bertanya pd Muhammad 'ada apa sayang? ada apa?'

Karena di saat seorang pria siap bercerita, dia akan dengan sendiri menceritakannya.... 😊 Kalau dia sedang dlm kondisi emosi baiknya diamkan lalu bilang "Kalau papa sudah merasa baikan dan butuh teman bicara, mama siap ya..."✅

1⃣5⃣ Mutmainnah_Banjarmasin_IPC2

Assalamu'alaikum, teh Fu..
Terkait dgn poin ketiga ttg waktu, tempat, dan cara yg tepat.. Bagaimana kita menyiasati waktu dan kesempatan yg terbatas terkait pekerjaan suami yg fulltime di kantor dr pagi2 sekali sampai menjelang maghrib baru sampai rmh?
Belum lg kalau suasana hati dia yg lelah & hal2 lain yg kurang mengenakkan yg terjadi di kantor. Sedangkan yg ingin dibagi mengenai perbaikan sikap dan sharing ilmu agar masa depan keluarga lebih baik itu banyak sekali PRnya. Apalagi suami kan gak bisa "diajarin" oleh istri, takutnya terkesan menggurui.
Bsgaimana kalau kondisinya begitu, teh?
Makasih, teh Fu.. atas jawabannya 😘

Jawaban:
Mbak Mutmainnah yang baik hatinya... 😊

Mengenai waktu, bila dilihat dr jadwal suami yang cukup padat. Ada dua waktu alternatif; pertama adalah pagi-pagi sebelum dia berangkat, diagendakan 15-30 menit ngobrol berdua. Atau malam setelah suami pulang disiapkan mandi air hangat, makan malam dan sudah lebih SEGERAN. pas sebelum tidurnya agendakan min 30 menit untuk berbincang bersama.. 😊

kalau tdk komitmen bersama memang agak sulit, maka dari itu mesti ada kesepakatan bersama. Dan baiknya quality time alias couple time antara suami istri tidak dirapel saat weekend, karena bagaimanapun interaksi yang baik adalah yang rutin dilakukan setiap hari. Sehingga insyaAllah jauh lebih harmonis... 😊

Laki2 hanya akan mendengar orang2 yg dia anggap sebagai "Figur Otoritas"-nya, dan tidak mudah bagi laki2 mnjadikan org lain figur otoritas. sehingga bila ingin memberi tahu berbagai ilmu agar selaras, bisa dicarikan "ahli" yang dia percaya. Entah itu dr buku bacaan atau lewat seminar... 😊✅

1⃣6⃣ Lisa_France_IPC5

Assalamu'alaykum,Teh Fufu.. salam kenal. Senang sekali bisa berbincang dengan Teh Fufu 😊
Teh, terkadang sikap ayah dan ibu di depan anak sering berbeda. Misal, seorang ayah sedang memarahi anaknya,'sebaliknya ibunya justru membela anaknya. Sering sy lihat dan juga mengalami hal ini dalam kegiatan sehari-hari. Apakah contoh kecil seperti ini sudah termasuk salah satu kegagalan komunikasi antara suami istri?

Jawaban:
Halo teh Lisa, senang sekali ada yang tgl di Prancis... salam buat menara Eiffel ya teh hehehe 😊

Iya betul, ketidakkompakkan dan ketidakkonsistenan sikap orangtua di depan anak, menunjukkan bahwa ada yang missed antara komunikasi mereka berdua. Kalau orangtua menunjukkan sikap yang berbeda terhadap suatu adab, maka membuat anak akan bingung mana yang baik dan mana yang benar... 😊

Sehingga perdebatab antara suami istri terhadap sikap pada anaknya, baiknya dilakukan berdua saja, tanpa di depan anak... ✅😊

1⃣7⃣ Ade_Jogja_IPC3

Assalamu'alaikum, teh Fufu.. Salam kenal..
Bagaimana cara agar bisa lebih "terbuka" dan terus terang sama suami? Saya tipikal yg kalau ada "sesuatu" lbh suka diam dulu, coba saya cerna sendiri dulu. Sementara suami saya sukanya kalau ada apa2 maunya diomongin langsung 😁 Nuhun 😊

❗Pertanyaan mirip. untuk kemiripan pertanyaan keterangan sbb:
4,5,17 mirip
8,13 mirip
7,12 mirip
9,18,15 mirip

1⃣8⃣ Vita_Sentul_IPC3

Assalamualaikum, teh Fu. Akhir2 ini, saya & suami berencana program hamil anak kedua, tapi makin kesini saya merasa komunikasi kami makin 'terbatas'. Saya tersibukkan dgn anak berusia 10bln, urusan rumah, urusan usaha, dan suami juga tersibukkan dgn beberapa usaha yg baru saja dirintis. Sebisa mungkin kami bekerja sama dlm urus anak & rumah juga pekerjaan. Tapi jadinya komunikasi kami hanya sekedar itu, hanya seputar urusan anak, urusan rumah, dan urusan pekerjaan. Sampai saat saya coba mulai ngobrol tentang 'kami' malah jadi canggung. Jujur saya bingung mana yang salah, komunikasi kami lancar, tp ya itu hanya seputar anak, rumah & pekerjaan. Bagaimana, ya, teh.. supaya saya bisa mencairkan 'kekakuan' di antara kami?

Jawaban:
Teh Vita yang baik... 😊

Inilah salah satu alasan kenapa yg tadi sempet saya bilang kalau yang namanya quality time dengan pasangan itu sebaiknya dilakukan harian, terus menerus, tidak dirapel di satu waktu tertentu. Karena kita sebagai manusia ada khilafnya, apalagi terbuai dgn rutinitas sehari2, jadilah makin lama  makin lupa pada kebiasaan ngobrol berdua... wajar akhirnya lama2 jadi canggung, mungkin terkesan seperti ngobrol dengan orang asing lagi ya... 😊

Padahal pernikahan itu adalah proses mengenal pasangan seumur hidup, dan untuk mengetahui itu baiknya kita berkesinambungan untuk "interaksi penuh" dengannya... 😊

Solusinya memulai kembali kekakuan itu, dengan mencoba jadi air hangat yang mencairkan kebekuan yg terjadi. ajak suami untuk sama2 komitmen dan mengagendakan waktu berdua lagi 😊🙏🏻

📝🙋Fufu:

"Semoga berkenan yaa.., salam buat IPC-ers semua... Maaf kalau jawabannya kurang memuaskan 🙏😊"

Selasa, 11 Agustus 2015

Ringkasan men from mar

Kutip
Men Are From Mars, Women Are From Venus, sebuah buku yang sangat populer yang ditulis oleh penulis John Gray. Buku ini berisi banyak sekali saran untuk memperbaiki hubungan antara laki-laki dan perempuan melalui memahami gaya komunikasi dan kebutuhan emosional dari lawan jenis. Seperti yang tersirat oleh judul, buku ini menegaskan ide bahwa pria dan wanita sangat berbeda seperti makhluk dari planet lain, dan bahwa mempelajari kode etik dari lawan jenis adalah nilai penting bahkan jika individu tidak selalu sesuai dengan perilaku stereotip.

Bab 1: Men Are from Mars, Women Are from Venus

Penting untuk diingat bahwa pria dan wanita memiliki sifat timbal balik yang berbeda. Pria dan wanita perlu menghargai perbedaan-perbedaan, dan berhenti mengharapkan satu sama lain untuk bertindak dan merasakan dengan cara yang mereka lakukan.

Bab 2: Mr Fix-It and the Home Improvement Committee

Pria senang jika kemampuan mereka diakui dan dihargai, dan benci jika mereka dihina atau diabaikan, wanita senang jika perasaan mereka diakui dan dihargai, dan benci jika mereka dicemooh atau diabaikan. Pria tidak menilai perasaan begitu tinggi seperti dalam sudut pandang mereka, mereka dapat begitu bersemangat dan berapi-api, berperilaku liar dan tidak stabil, wanita tidak menilai kemampuan yang tinggi dalam sudut pandangan mereka, mereka bisa dingin, memihak, perilaku agresif kompetitif.

Pria ingin bekerja sendiri, dan melatih kemampuan mereka dengan memecahkan masalah dengan cepat dan sendirian, wanita ingin bekerja sama, dan melatih perasaan mereka melalui komunikasi interaktif dengan satu sama lain. Pria menghargai solusi, dan melihat bantuan yang tidak diminta sebagai merusak upaya mereka untuk memecahkan masalah sendiri. wanita menghargai bantuan, dan melihat solusi yang tidak diminta sebagai merusak upaya mereka untuk melanjutkan interaksi. Pria menginginkan agar solusi mereka akan dihargai, wanita ingin agar bantuan mereka akan dihargai.

Bab 3: Men Go to Their Caves and Women Talk

Ketika dihadapkan dengan masalah sulit, orang menjadi non-komunikatif sehingga mereka dapat bekerja di luar cara terbaik untuk membantu diri mereka sendiri, sementara wanita menjadi komunikatif sehingga orang lain dapat mengetahui cara terbaik untuk membantu mereka. Pria ingin menunjukkan kemampuan mereka dengan diperbolehkan untuk memecahkan masalah tanpa campur tangan, wanita suka menunjukkan perasaan mereka dengan diperbolehkan untuk mengkomunikasikan masalah tanpa gangguan.

Ketika pria melakukan komunikasi, mereka ingin to the point, dan umumnya hanya ingin mendengarkan jika mereka merasa percakapan memiliki point penting. Perempuan menikmati berbicara untuk kepentingan diri sendiri, dan senang mendengarkan tanpa melihat situasi.

Bab 4: How to Motivate the Opposite Sex

Naluri seorang pria adalah untuk mengurus dirinya sendiri, bahkan jika itu berarti mengorbankan orang lain, naluri wanita adalah peduli orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan dirinya. Dalam hubungan, seorang pria harus belajar bagaimana peduli pada pasangannya daripada mengorbankan kebutuhannya demi diri sendiri, dan seorang wanita harus belajar bagaimana untuk dipedulikan oleh pasangannya ketimbang mengorbankan kebutuhannya sendiri demi dirinya, sehingga kebutuhan keduanya terpenuhi. Jika mereka berhasil melakukan hal ini, maka keduanya menang, tidak seperti perilaku naluriah mereka di mana salah satu menang dari yang lainnya.

Hal Ini harus berjalan, karena jika salah satu pasangan merasa upaya mereka terhadap hubungan tersebut tidak sukses dalam menyenangkan pasangannya, mereka mungkin merasa terluka dan memutuskan untuk kembali ke perilaku naluriah mereka. Sayangnya hal ini kemudian menyebabkan mitra lainnya untuk melakukan hal yang sama, dan kemungkinan hubungan memburukpun terelakkan.

Dalam suatu hubungan, pria perlu merasakan bahwa perhatiannya diperlukan, dan seorang wanita perlu merasakan bahwa kebutuhannya yang dipenuhi. Untuk mencapai hal ini, seorang pria harus mengungkapkan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dan kelayakan nya untuk menerima kepedulian, dan seorang wanita harus mengungkapkan keinginannya untuk diperhatikan memenuhi kebutuhannya dengan baik. Keduanya harus ingat untuk menghargai, menerima, dan memaafkan orang lain, dan menghindari menyalahkan mereka ketika mereka gagal.

Bab 5: Speaking Different Languages

Pria berbicara secara harpiah dalam menyampaikan informasi, wanita menggunakan kosakata artistik bebas dan dramatis untuk sepenuhnya mengekspresikan perasaan mereka dan berkomunikasi.

Pria ingin menyortir pikiran mereka sebelum berkomunikasi, dan memiliki kecenderungan untuk menjadi jauh dan tidak komunikatif karena mereka mempertimbangkan kebutuhan mereka. Pada saat ini, seorang wanita perlu jaminan bahwa pasangannya masih memperhitungkan dirinya sebagai seseorang yang layak dipedulikan. Wanita ingin menyortir pikiran mereka dalam proses komunikasi mereka, dan memiliki kecenderungan untuk mencurahkan keluhan dan berdoa yang berkaitan keprihatinan mereka. Pada saat ini, seorang pria perlu diyakinkan bahwa pasangannya masih memperhitungkan dia sebagai orang layak dipedulikan. Keduanya harus mencoba untuk menghindari perasaan pribadi untuk menyalahkan pasangan mereka ketika berhadapan dengan masalah.

Ketika seorang pria mempunyai masalah, dia tidak ingin pasangannya untuk mengungkapkan keprihatinan baginya, tapi senang jika wanita mengatakan bahwa masalahnya adalah mudah untuk diatasi karena percaya atas kemampuannya. Ketika seorang wanita mempunyai masalah, dia senang pasangannya untuk mengungkapkan keprihatinan untuknya, tetapi tidak mau jika pria mengatakan bahwa masalahnya adalah sederhana untuk dipecahkan. Sebuah solusi harus dicari setelah perasaannya telah sepenuhnya didengarkan: terlalu cepat memberi solusi adalah pembenaran akan  kemampuannya, tetapi mengurangi nilai kepedulian nya, terlalu lama membiarkan masalah adalah pembembenaran permasalahan, tapi mengurangi nilai kemampuannya.

Pria merasa dibenarkan dan bersyukur ketika mereka dibiarkan untuk menyelesaikan masalah sendiri, dan merasa dikacaukan jika ada orang yang menawarkan simpati atau bantuan yang tidak diminta. Wanita merasa dibenarkan dan bersyukur jika ada yang menawarkan simpati atau bantuan yang tidak diinginkan, dan merasa terganggu ketika mereka dibiarkan untuk menyelesaikan masalah dengan sendirinya.

Untuk mengakomodir respon pasangan mereka, masing-masing harus membuat perubahan kecil untuk kebiasaan mereka dan dalam berkomunikasi terhadap yang lain, tetapi tanpa mengorbankan sifat-sifat mereka sendiri yang benar.

Bab 6: Men Are Like Rubber Bands

Pria terkadang lari ketika mereka tiba-tiba takut bahwa mereka merasa terancam. Pada saat seperti itu mereka bisa menjadi benar-benar tidak bisa didekati, menuntut hak untuk dibiarkan sendiri dan tidak mau mengekspresikan perasaan mereka. Dan berilah support dengan memberikan sedikit ruang, mereka akan segera merasa lebih baik, dan kembali seperti biasa lagi. Hal ini sulit bagi wanita untuk menangani dan menghadapi pria yang tiba-tiba dengan cepat menutup diri dan bangkit kembali.

Ketika seorang laki-laki menarik diri, mereka dapat membantu pasangannya untuk tidak terlalu khawatir atau tersinggung dengan meyakinkan bahwa mereka akan kembali pada waktunya. Perempuan harus menahan godaan untuk mencoba untuk menarik pasangan mereka kembali dengan cepat atau mengkritik mereka perilaku alamiah mereka selama ini.

Bab 7: Women Are Like Waves

Wanita terkadang tenggelam dalam keputus asaan ketika mereka merasa sudah waktunya untuk membuang emosi dan memiliki resolusi. Pada saat ini mereka bisa menjadi benar-benar berpikiran negatif dalam sudut pandangnya, berdiam diri pada setiap masalah-masalah mereka, termasuk masalah yang lama dan umumnya telah ditangani sebelumnya, dan jika mereka tidak dapat menemukan masalah sesungguhnya untuk difokuskan, maka mereka akan menemukan beberapa hal lain (masalah) secara acak untuk dikhawatirkan.

Mereka mengabaikan sifat mereka yang biasa, dan menuntut hak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan tidak ingin ditinggalkan sendiri, dan jika didukung dan memungkinkan cukup waktu untuk mengekspresikan dan melepaskan perasaan negatif mereka, mereka akan mulai merasa lebih bahagia lagi dan kembali ke diri mereka seperti semula.

Kelambatan mereka yang tenggelam dalam depresi dan kemudian bangkit mungkin membuat sulit bagi pria untuk menghadapinya.

Pada saat-saat ketika wanita tenggelam dalam diri mereka, mereka dapat membantu pasangannya untuk tidak terlalu khawatir atau tersinggung dengan memberikan beberapa kepastian singkat bahwa itu bukan kesalahan pasangan mereka. Pria harus menahan godaan untuk mencoba mengangkat pasangannya kembali dengan cepat atau mengkritik mereka selama ini perilaku alami.

Pria menuntut hak untuk bebas dari waktu ke waktu, wanita menuntut hak untuk didengar dari waktu ke waktu. Ketika seorang pria merasa bebas ia menemukan lebih mudah untuk mensupport kebutuhan wanita untuk didengarkan, ketika seorang wanita merasa mendengar dia merasa lebih mudah untuk mensupport kebutuhan pria untuk bebas.

Jika kebutuhan periodik pria untuk bebas bertepatan dengan kebutuhan periodik wanita untuk didengarkan, solusi yang terbaik adalah untuk wanita menjadikan teman-temannya sebagai pengganti tempat mendengarkan keluh

Selasa, 04 Agustus 2015

IRT

🌸Ibu Rumah Tangga 🌸
By ust. Felix Siauw

1. saya masih ingat beberapa tahun lalu sebelum Muslim | papi sempat menasihati saya perihal "Ibu Rumah Tangga"

2. "lix, selama papimu masih bisa mencukupi keluarga, mamimu tugasnya di rumah" | tegas papi berpendapat soal IRT

3. padahal saat itu isu feminisme sedang santer | wacana wanita karir sedang panas-panasnya | arus genderisme mewabah

4. tapi papi tenang aja lalu menyampaikan | bahwa dia ingin yang terbaik bagi anak-anaknya | dan itu berarti perhatian full dari ibu mereka

5. hidup kala itu tidak mudah, dan akal lebih mudah seandainya mami bekerja | tapi papi sudah mengambil pilihan, dan itulah yang ia jalani

6. karena semua manusia punya pilihan | apa yang didapat dan apa yang dikorbankan | semua selalu tentang pilihan

7. sebelum Muslim pun saya tumbuh dengan memahami | lelaki dan wanita tidaklah sama | mereka punya kelebihan di bidang masing-masing

8. posisi ibu dalam dunia anak itu tidak tergantikan | perhatian seorang ibu pada anaknya takkan terbeli sebanyak apapun harta

9. dan posisi ibu itu tidak bisa diulang kembali | karena umur anak takkan bisa diputar lagi

10. maka ketika memilih calon ibu dari anak-anak kami syaratkan | "maukah engkau menjadi fulltime-mother bagi anak-anak?"

11. "saya nggak mau ketika anak dewasa lalu bermaksiat, kita menyesal 'mengapa dulu tidak habiskan lebih banyak waktu bersamanya?!'"

12. itu pemahaman sebelum Muslim | saat sudah mengenal Islam | kami memahami betul Islam paling memuliakan wanita

13. feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses

14. feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan

15. feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dll

16. wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme | wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak | kerja lebih asyik

17. menurut pandangan feminis | IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita

18. wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga

19. US misalnya yang jadi kampiun feminisme | angka perceraian mencapai 50% per 2012 sila rujukhttp://t.co/OUvEkdUY8L

20. "nearly 80% cited financial problems as the leading cause of the marital demise" (Carr, 2003, p.10) |http://t.co/zQFsyYQuqe

21. feminisme mangaburkan fungsi ayah dan ibu dalam rumah tangga | hanya semata-mata demi mendapat lebih banyak materi

22. akhirnya meningkatlah angka single parentshttp://t.co/k9eNybXtq7 | dan jelas broken homehttp://t.co/yUvU499gT9 http://t.co/qAjjFfHBQJ

23. banyak juga studi-studi yang menperingatkan | sangat sulit untuk memadukan ibu dan karir sekaligus | http://t.co/mu5t6N2u3m

24. sebagai tambahan, US yang melahirkan gerakan feminisme saja | sudah banyak bermunculan gerakan anti-feminisme sebagai gantinya

25. di US, sudah banyak wanita sadar bahwa feminisme mengorbankan keluarga | mereka ingin kembali menjalankan peran ibu rumah tangga

26. karena seberapa banyak waktu pun yang didedikasikan untuk mendidik anak | tiada pernah akan ada waktu yang cukup untuknya

27. "saya ibu sekaligus karyawan, anak saya baik-baik saja" | di-sambi aja sudah baik, apalagi bila fulltime-mother? tentu sangat baik 

28. lalu pertanyaan prinsipil | "apakah Islam melarang wanita bekerja?" | "apakah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?"

29. dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh) | sedangkan menjadi "ibu dan pengelola rumah tangga" itu kewajiban

30. jadi sah-sah saja wanita memilih bekerja | namun beres juga kewajibannya | tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama

31. hidup memang perkara pilihan | dan Islam memerintahkan untuk memaksimalkan waktu ibu untuk anak-anaknya | urusan uang biar ayahnya

32. bagaimana dengan wanita yang ditinggal suami apapun alasannya | maka bekerja menafkahi anak tentu amal pahala besar baginya 

33. maka karir terbaik wanita | adalah menjadi ibu sepenuhnya

34. tentang pendidikan? | tidak bosan-bosan saya sampaikan | bahwa seorang ibu HARUS terdidik sempurna, tinggi dan luasnya

35. bahkan wanita Muslimah WAJIB lebih terdidik daripada lelaki | karena ialah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) anak-anaknya

36. maka jangan tanya "untuk apa pendidikan tinggi bila hanya jadi IRT?" | jadi IRT justru perlu pendidikan tinggi

37. karena di tangan kaum ibu generasi Muslim berada | bukan di tangan ayah generasi Muslim dibentuk

38. banyak wanita yang sebetulnya bisa menggapai dunia lebih dari lelaki | tapi mereka mengorbankan segalanya demi anaknya | MULIA

39. dari ibunda MULIA semisal itulah | menjadilah Imam Syafi'i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad

40. rata-rata ulama besar menghabiskan masa kecil dalam yatim | ibu merekalah yang mendidik dan mendaras Al-Qur'an setiap waktu

41. sembah sujud kami pada Allah yang selalu menjaga dunia dengan para ibunda MULIA | yang mau mengorbankan semua buat kami anak-anaknya

42. hormat khidmat kami padamu wahai ibu | yang gadaikan semua waktu tanpa sesal dan keluh | membina kami jadi yang terbaik dalam agama

43. pada para bunda MULIA doa kami | "Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduanya TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL" (QS 17:24)

44. kembali lagi semua masalah pilihan | part-time mother or full-time mother? | you decide 😊

Jumat, 19 Juni 2015

Tata cara berbuka puasa

1. Siapkan air putih atau kurma. Minimal kurma 3biji atau lebih tapi ganjil jumlahnya.

2. Tunggu suara adzan magrib dan pastikan itu benar ada adzan maghrib.

3. Jika telah mendengar adzan maka bacalah "bismillah" dan makan 3 kurma tadi baru anda minum air yang anda sukai. Tapi jika tidak ada kurma maka hendaknya minum air putih dulu.

4. Setelah makan kurma dan minum air putih maka ucapkan doa berikut:
ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ
" Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah"
"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah.” Abu Daud (2357), Ad Daruquthni
(2/401)
Setelah itu jika anda ingin doa dg doa doa yang lain maka silahkan dan perbanyaklah. Dan selamat menikmati hidangan buka puasa.

5. Jangan lupa bahwa anda ada kewajiban sholat maghrib. Jadi jangan sampai terlambat untuk kaum pria untuk berjama'ah dimasjid.
Semoga Allah ta'ala senantiasa memberi kekuatan kpd anda untuk menjalan puasa dan amalan ibadah lainnya dibulan Ramadhan.
ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻴْﻚ
 Ust Abu riyadl Lc ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
-------

Jus kurma untuk ibu hamil/menyusui dan penderita maaq

Assalamu'alaikum wr wb..

kabar gembira buat kita semua 😊 terutama buat ibu hamil/menyusui. penderita maag jg oke! 😉

• • • • •
Jus Kurma Susu by. Ummu Muhammad

Sangat bagus untuk meningkatkan energi dan memperlancar ASI ketika puasa. .

Semenjak minum ini, tdk ada merasa lemas yg berlebihan, ASI lancar padahal Malikah sangat kuat minumnya hingga waktu berbuka.. Mertua yang dulunya hampir tidak pernah puasa karena asam lambung akut, bisa puasa FULL sebab minum jus kurma susu ini biidznillah... Sampai2 pun zaujy ketagihan untuk dibuatin juga karena khasiatnya yang luar biasa. Energy booster! Pembuatan nya sprt membuat nabeez but with a little twist.

Bahan:
- 7 butir kurma, buang bijinya (untuk 1 porsi)
- air minum sckpnya
- susu uht/pasteurisasi secukupnya

Caranya:
- rendam kurma yg sdh dibuang bijinya di dalam air minum hingga menutupi permukaan kurma yg paling atas selama 1 malam (dr isya sampe waktu sahur) - saya rendamnya di dalam kulkas biar dingin
- ketika waktu sahur, tuang kurma yg sudah di rendam beserta air rendamannya. Tambahkan susu uht secukupnya.
- blender semuanya hingga halus.
- minum setelah makan sahur

Pernah baca bahwa kurma bila di campur dengan susu menghasilkan khasiat yg luar biasa bagi tubuh and so that is why I came up with this recipe. Alhamdulillaah...

Rabu, 03 Juni 2015

Ayah Main Yuk

👨 AYAHMAIN 👨
Oleh Idzma Mahayattika

"Mandi sama bunda = Mandi. Mandi sama ayah = Main Air"

"Makan sama bunda = Makan. Makan sama ayah = Main sembur – semburan"

"Misteri dunia: Kenapa para ayah kalau memakaikan celana anak suka terbalik ?"

"Kalau kita pakein celananya terbalik, bayi kita ga tau kok. 
Yang dia tahu, ayahnya ada untuk dia"

"Jangan – jangan, para ayah males main sama anak,
karena sering dicerewetin Bunda ??"

👪 Kenapa ayah harus terlibat?

Berbagai penelitian menyebutkan, anak yang ayahnya terlibat dalam pengasuhan menjadi
➡Punya harga diri yang tinggi
➡Lebih sehat fisik dan mental
➡Lebih sociable - mudah berinteraksi, berteman dan menyesuaikan diri
➡Cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang pengasih
➡Mendapat nilai yang lebih bagus di sekolah
➡Anak lebih mendapatkan sense of independence
➡Lebih percaya diri dan tidak cemas di tempat baru
➡Lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan rutinitas
➡Lebih bisa beradaptasi dalam menghadapi kekecewaan
➡Anak tumbuh menjadi pribadi dewasa yang suka menghibur orang lain

👪Bagaimana ayah terlibat dalam pengasuhan?

Michael E Lamb, seorang pakar keayahan menyebutkan, bahwa ayah bisa terlibat dengan 3 cara

1⃣Engagement,  Interaksi langsung ayah dengan anak
2⃣Availability, Kehadiran
3⃣Responsibility, Bertanggung jawab

Nah ! ketiga cara itu bisa dilakukan dengan #AyahMain. Bermain bisa diartikan dengan aktivitas yang menyenangkan. Jadi apapun aktivitas yang menyenangkan dengan anak, bisa dimasukkan dalam kategori bermain. 
Ayo kita ngobrol tentang #ayahMain

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
Sesi Tanya Jawab

1⃣Suami saya akhir-akhir ini sangat sibuk dengan pekerjaan, dulu sabtu minggu masih sempat jalan dan bermain dengan anak-anak. Tapi sekarang sudah jarang, anak-anak kadang suka kangen bermain dengan abinya. Bagaimana supaya tetap terjaga kedekatan abinya dengan anak anak dan supaya anak anak tidak merasakan kurang kasih sayang dari abi nya.Terima kasih sebelumnya..
Elia_Tangerang_IPC2

Jawaban :

Prinsipnya adalah semua ayah memiliki polanya masing-masing. Dari 3 hal tadi, engagement, responsibility dan availibility dioptimalkan. Ayah bisa membuat tabel seperti poin dibawah ini.

🍃 Interaksi langsung ayah dengan anak (engagement) 
Main bersama sepulang kantor, membaca cerita sebelum tidur, dll
🍃Kehadiran (availability)
Menelpon ketika di luar kota, menyahut ketika dipanggil, dll
🍃Bertanggung jawab (responsibility)
Menyiapkan nafkah, rumah yang layak, rencana pendidikan, dll

Dari poin itu, coba ayah buat daftar apa yang bisa ayah lakukan untuk memenuhi itu semua. Ayah juga harus berani mengambil waktu untuk anak, jadi ayah perlu membuat jadwal dengan anak, tidak hanya sibuk dengan kerjaan ✅

2⃣ Bagaimana cara menjadi lebih sabar "beraktivitas" dengan anak dan tanpa menjadikan mereka menjadi "tidak menghormati saya sebagai ayahnya"?
Risma_Blitar_IPC2

Jawaban :

Bagaimana lebih sabar? Ayah harus tahu manfaat bermain dengan anak, sehingga ayah tahu, hal-hal sederhana dan menyenangkan bersama anak yang ia lakukan sangat berarti bagi si anak. Ayah juga perlu meniatkan bahwa bermain juga sarana seorang ayah untuk melepas stress. Bermain justru membuat seorang anak menghormati ayahnya. Kenapa? karena dengan #ayahMain, anak merasa ayah ada untuk dia. Sebagai informasi, rough and tough play (bermain "kasar" khas ayah) seperti kuda-kudaan, "banting-bantingan", guling-gulingan dll membuat anak lebih stabil secara emosi. Kita bisa lihat contoh nyata bagaimana Rasul bermain dengan anak dan cucunya. Apakah hasan-husein yang suka main kuda-kudaan di punggung Rasulullah yang sedang sholat, tidak menghormati Rasulullah? Tentu tidak. ✅

3⃣Ayah main sama anak... Apakah bentuk permainan dibedakan berdasarkan jenis kelamin ?
Noni_Tangerang

Jawaban :

Pada dasarnya tidak. Bisa main apapun. Tapi biasanya anak laki dan perempuan akan bermain dengan gayanya sendiri-sendiri. Misalnya aku main mobil-mobilan dengan 2 anakku, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Yang laki-laki cerita tentang robot dan yang perempuan cerita tentang menjemput anak, ke pasar dll. Padahal mereka main dengan mobil-mobilan yang sama

4⃣Anak hiperaktif itu penyebabnya apa? Bagaimana ciri-ciri dan cara mengatasinya? Suami kadang kewalahan dengan keaktifan anak kami yg baru 15bln.
Eli_Sumedang_IPC1

Jawaban :

Menurut riset dari the fathering project, anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan
▶merasa cantik,
▶percaya diri,
▶tahu bagaimana diperlakukan oleh pria.

Anak memang aktif dan itulah salah satu peran ayah. Bermain "kasar"  dengan ayah akan membuat energinya habis. Jadi biarkan saja ia menghabiskan energinya dengan bermain. 
Ciri anak hiperaktif ? saya tidak mau bahas itu karena hanya Dokter Spesialis anak dan Psikolog lah yang berhak untuk menganalisa apakah seorang anak itu hiperaktif atau tidak. Jadi bersyukurlah kita punya anak yang aktif bergerak. 
Anak 2 tahun, perkembangan motorik kasarnya pesat sekali. dari hanya bisa tidur ketika baru lahir hingga bisa lari dan melompat. Satu-satunya cara menstimulasinya ialah dengan membuat ia bebas bergerak ✅

5⃣Bagaimana mengatasi pola asuh yang bapaknya memiliki pekerjaan proyek sehingga dalam setahun bisa jadi 9 bulan di luar kota dan 3 bulan full di kampung halaman sama keluarga?
Yani Anggrani_Tasikmalaya_IPC 1

Jawaban :

Sama seperti poin yang sebelumnya,  silahkan dengan kondisi ayah mengoptimalkan bagaima ia berinteraksi langsung (engagement), terhubung (availibility) dan bertanggung jawab pada anak (responsibility). Di 3 bulan dia ada di rumah, ia bisa optimalkan interaksi dengan anak. Ia terlibat langsung disana, main, cerita dll. Ketika di luar kota ia bisa tetap terhubung dengan telepon, WA dll. Atau sekarang banyak tersedia video call. Jadi ayah tetap terhubung dengan anak✅

6⃣Apakah seorang anak akan kehilangan kemampuan yang seperti dimateri kak idzma ketika anak tidak memiliki sosok ayah? Misalnya mereka yang di panti asuhan atau mereka yg dirawat oleh single parent ibu?
Yg kedua, apa yang harus dilakukan bunda ketika memang sosok peran ayah tidak bisa ditemukan? Karena memang seorang ibu bisa melakukan 2 peran sekaligus 
Puji-rembang-ipc

Jawaban :

Anak beresiko mengalami kebalikannya. Salah satu penelitian menyebutkan, sebagaian besar anak-anak yang terlibat kriminal di penjara anak merupakan anakfatherless. Nah peran ayah ini bisa digantikan oleh lelaki dewasa lainnya. Misalnya oleh kakek, paman dll. Atau bisa juga orang luar yang dipercaya oleh keluarga, misalnya ustadz, guru dll. Tapi jika dengan orang dewasa lainnya, mohon perhatikan bagaimana interaksinya supaya tetap aman ✅

7⃣Apa yang membuat seorang ayah bisa segitu getolnya bermain bersama anak ? Padahal jika diperhatikan banyak dari ayah-ayah tersebut yang tau urgensi kedekatan anak ayah.. tapi tidak juga mau meluangkan waktunya untuk ayahmain 
Dyah Sania / Surabaya / IPC1

Jawaban :

Jika tidak mau meluangkan waktu, berarti ia tak paham urgensi. Jika paham ia akan meluangkan waktu. Seorang ayah bisa sangat getol karena ia tau urgensi dan ia juga menemukan kesenangan disana. Dan tugas para ibu salah satunya untuk memberikan kebebasan ke para ayah untuk bermain dengan anaknya. Dengan CARAnya sendiri. jangan dicerewetin. jangan dituntut ini itu dulu.

Perbedaan cara ayah dan ibu dalam berinteraksi dengan anak menurut Randell D turner.

🍃Ayah menawarkan dukungan saat anak menghadapi masalah, namun membiarkan anak menghadapi masalahnya sendiri. Sementara Ibu lebih mungkin campur tangan membantu anak
🍃Fokus ayah saat mendisiplinkan anak adalah agar anakmau berfokus pada hal yang menunjang kesuksesannya. Sementara ibu untuk menjaga hubungan emosional anak dengan lingkungannya
🍃Ayah menciptakan aktivitas fisik. Ibu mengikuti pola interaksi fisik
🍃Ayah bermain fisik untuk kemampuan intelektual dan sosial. Ibu memberikan arahan verbal untuk aktivitas care giving
🍃Ayah membimbing lewat contoh. Ibu lewat proses
🍃Ayah mendorong anak melewati tantangan lebih tinggi. Ibu membiarkan anak melewati tantangan dengan kecepatannya sendiri
🍃Ayah menggunakan tubuh saat berinteraksi. Ibu dengan pendekatan konvensional, serta lewat permainan tradisional, lagu, dan tema

Kalau dilihat dari penelitian Turner tadi, memang berbeda gaya ayah dengan ibu. maka dari itu ibu HARUS bisa paham dengan gaya ayah dan biarkan ayah dengan gayanya. Survey kecil-kecilan ke para ayah, mereka menyebutkan salah satu alasan mereka males terlibat itu karena "males dicerewetin'. Kebalik makein celana, dicerewetin. Main berantakan, dicerewetin. Nah itu yang membuat para ayah males. jadi KAPOK ! 😁✅

8⃣Bagaimana teknis menyadarkan urgensi ayah main ke suami orang lain ? Seperti adik ipar kita. Padahal dialog atau artikel-artikel yang ada sudah di forward ke sang suami
Dyah Sania_Surabaya_IPC 1.

Jawaban :

Saya ga kenal ayah itu euy, jadi nggak tau caranya. yang paling tau caranya ya orang yang kenal dia. Kasih rahasia dikit nih...kenapa ada ayahASI, ayahMain dll itu sebenarnya cara kami para ayah untuk mengedukasi para ayah. Pengalaman kami, para ayah itu nggak suka diceramahin. Nggak suka disuruh-suruh. Maka kami buat jadi ajang berbagi. Ayah lebih mudah masuk dari teman-temannya sesama laki-laki. Ayah juga nggak suka dibanding-bandingkan. Jadi jangan bandingkan ayah-ayah dengan orang lain. Pengalaman saya melihat, para ayah itu sebenarnya ingin anaknya terlibat dalam aktivitasnya. Di grup-grup off road yang saya ikuti, ayah-ayah macho ini suka bawa anak-anaknya off road atau ngebengkel. Jadi dorong aja anak di sesuatu yang ayah sukai. Begitu kira-kira ✅

9⃣Ayahnya sering menuruti hampir semua kemauan anak-anak.. terutama masalah nonton film. Kebetulan ayahnya juga suka sama film.. jadi sering diputarkan film-film di laptop.. nah jadi susah utk komitmen waktu nonton dengan anak-anak..
Kenapa bundanya jd selalu no 2 ya? Bahkan saat saya pulang kerja mereka kadang-kadang cuek.. 
Ima_Ternate_IPC3

Jawaban :

ayah SUFI, suka Film. 😁 Prinsipnya, ajak janjian. Di segala hal, buat aturan keluarga. Buat acara bersama, yang tidak hanya nonton film. Misalnya main bareng di luar atau baca buku bersama.

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

Melatih dan membiasakan anak berpuasa

By Thasya Sugito